Gedung Darurat PLK di Sikka Roboh

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Bangunan darurat Pendidikan Layanan Khusus (PLK) setingkat Sekolah Dasar (SD) di kawasan hutan lindung Egon Ilimedo tepatnya di Kampung Wairbukan, Dusun Wodong, Desa Wairterang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sika, Nusa Tenggara Timur (NTT) roboh.

Bangunan sekolah sederhana tersebut sebelumnya kondisinya pun sangat mengenaskan di mana dinding dan atapnya telah berlubang di beberapa bagian dan terkesan tidak terurus.

“Sekitar minggu lalu bangunan sekolahnya roboh akibat adanya angin kencang. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pun otomatis tidak berjalan,” kata Bernadus Brebo, Ketua RT 017A, Kampung Wairbukan, Kamis (16/9/2020).

Brebo menyebutkan, pasca bangunan sekolah roboh para guru datang menemuinya untuk menyampaikan hal tersebut, namun dirinya menyarankan agar melaporkan kepada pengurus Yayasan Cerdas Anak Bangsa dan kepala desa setempat.

Ketua RT 17A Kampung Wairbukan, saat ditanyai, Kamis (17/9/2020). Foto: Ebed de Rosary

Ia menambahkan, praktis KBM dilaksanakan di halaman rumah warga atau di bawah pepohonan sebab saat Covid-19 bangunan ini pun seolah dibiarkan merana dan tidak diperbaiki.

“Kita berharap agar pihak pengelola dan pemerintah desa bisa segera mengatasi hal ini mengingat sekolah ini satu-satunya berada di dalam kawasan hutan. Jarak dengan pusat desa sekitar 3 kilometer jalan kaki melewati hutan,” ujarnya.

Brebo menjelaskan, bangunan tersebut pun awalnya berada sebelah utara di samping rumahnya dan Posyandu dan itu pun kondisi bangunannya sangat mengenaskan sekali.

Bangunan sekolah pun dipindah ke arah bukit sejauh sekitar 300 meter dari lokasi awal di tanah milik warga namun kondisi bangunan sekolah pun seperti bangunan darurat dan dibiarkan terlantar.

“Semoga bangunan sekolah ini pun segera diperbaiki kembali. Kalau bisa bangunannya lebih layak meskipun berdinding bambu dan beratap tanah, para murid bisa belajar dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Mayella da Cunha kepada media mengaku belum mendapatkan informasi dan akan mengecek.

Yell sapaannya menyebutkan pengelola sekolah juga belum memberikan laporan kepada Dinas PKO Sikka namun dirinya berjanji akan menugaskan staf untuk mengecek kondisi di lapangan.

“Saya akan menugaskan staf untuk memantau kondisi lokasi sekolah ini dan memantau kegiatan KBM tatap muka di sana setelah gedung tersebut roboh,” ujarnya.

Saat mengunjungi sekolah tersebut akhir Juli 2020, terlihat bangunan sekolah sangat memprihatinkan di mana dinding gedung yang terbuat dari bambu belah sudah berlubang besar di beberapa bagian. Atap sengnya pun ambruk dan berlubang di beberapa bagiannya, sementara meja dan kursi yang berada di dalam ruangan dibiarkan begitu saja tertutup reruntuhan atap bangunan.

Lihat juga...