Generasi Milenial Dominasi Pembelian Sukuk Ritel 013

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan telah resmi menetapkan total penjualan Sukuk Ritel Seri 013 (SR013) sebesar Rp25,67 triliun. Surat berharga negara (SBN) syariah yang mulai ditawarkan sejak 28 Agustus lalu itu berhasil menggaet 44.803 investor.

Meski ditawarkan di masa pandemi, namun Dirjen PPR, Luky Alfirman mengatakan, bahwa SR013 berhasil menorehkan sejumlah catatan positif, antara lain pembeliannya yang didominasi oleh generasi milenial (usia 19-39 tahun) dari total investor yang ditetapkan.

“Generasi Milenial itu sebanyak 36,59 persen. Lalu disusul generasi X (40-54 tahun) sebanyak 33,50 persen, generasi Baby Boomers (55-73 tahun) sebanyak 26,80 persen, generasi Tradisionalis (74-91 tahun) sebanyak 2,46 persen, dan generasi Z (di bawah 19 tahun) sebanyak 0,65 persen,” terang Luky, Selasa (29/9/2020) di Jakarta.

Selain itu, kata Luky, SR013 juga telah berhasil memecahkan rekor penjualan terbesar penerbitan SBN Ritel online sejak tahun 2018, dan sukses pula melampaui target pemerintah untuk pembiayaan. Meskipun dalam situasi yang penuh dengan ketidakpastian kondisi pasar keuangan akibat pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Menurut Luky, ada sejumlah faktor yang mendasari keberhasilan penjualan SR013, di antaranya; imbalan (kupon) yang ditawarkan masih cukup menarik, proses pembeliannya mudah, produk investasinya aman, inovasi kegiatan marketing yang dilakukan secara masif dan berbasis virtual, serta sinergi yang baik antara tim Kemenkeu dan tim Mitra Distribusi.

“Kami ucapakan banyak terima kasih kepada para investor yang kami anggap sebagai pahlawan pembiayaan negara. Karena dengan berinvestasi di SR013 itu artinya mereka telah ikut terlibat aktif membangun Indonesia,” tukas Luky.

Untuk informasi tambahan, bahwa sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 2013 hingga 2020, hasil penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) telah membiayai 2.937 proyek pembangunan nasional, dengan total pembiayaan sebesar Rp118,3 triliun.

Adapun proyek tersebut antara lain; jalan dan jembatan sebanyak 592 proyek dengan total nilai Rp41,4 triliun, sumber daya air sebanyak 576 proyek senilai Rp21,5 triliun, transportasi sebanyak 89 proyek senilai Rp39,5 triliun, pendidikan sebanyak 474 proyek senilai Rp10,2 triliun, keagamaan sebanyak 1.176 proyek senilai Rp4,1 triliun, taman nasional sebanyak 15 proyek senilai Rp0,3 triliun, dan laboratorium sebanyak 15 proyek senilai Rp1,3 triliun.

Sementara itu, Direktur Surat Utang Negara DJPPR, Deni Ridwan, mengonfirmasi bahwa dalam waktu dekat pemerintah akan kembali menerbitkan seri surat utang ritel berikutnya yaitu Obligasi Ritel seri ORI018.

“Dari hasil observasi kami, saat ini preferensi masyarakat lebih tinggi terhadap instrumen investasi yang aman, menguntungkan, dan mudah diperjualbelikan. Untuk itu, DJPPR Kemenkeu akan menawarkan ORI018 mulai tanggal 1 hingga 21 Oktober 2020,” ungkap Deni.

Menurutnya, ORI018 tersebut juga akan menjadi SBN retail tradable terakhir untuk tahun ini. Setelah ORI018, rencananya pemerintah masih akan menerbitkan ST007.

“Kita berharap antusiasme terhadap ORI018 ini akan lebih tinggi dari seri-seri sebelumnya. Dan kita pun berharap target pembiayaan tahun 2020 ini dapat tercapai untuk tetap mendukung momentum pembangunan nasional yang semakin tumbuh,” pungkasnya.

Lihat juga...