Gerakan Ekonomi Rakyat di Tengah Pandemi, Kulon Progo Laksanakan 63 Paket Padat Karya

KULON PROGO – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melaksanakan 63 paket pekerjaan berbasis padat karya, dalam rangka menggerakan ekonomi masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulon Progo, Nur Wahyudi mengatakan, padat karya sebanyak 63 paket, seluruhnya merupakan proyek infrastruktur fisik. Seperti pengerjaan jalan dan talut. “Rincian paket itu meliputi 52 paket yang dikerjakan di APBD perubahan 2020, dan sisanya yakni 11 paket di APBD murni. Total dana yang digelontorkan untuk seluruh paket itu mencapai Rp5,6 miliar. Kami berharap program padat karya ini mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan ekonomi masyarakat pada masa pandemi,” kata Nur Wahyudi, Minggu (13/9/2020).

Progres pembangunan padat karya yang dikerjakan di APBD murni sebanyak tujuh titik, saat ini sudah mencapai 99 persen. Satu titik sekira 45 sampai 50 persen. Sisanya, satu titik akan dikerjakan pada APBD perubahan, dan masih menunggu hasil evaluasi Gubernur DIY, bersamaan dengan 51 paket lainya yang dikerjakan di APBD perubahan. “Untuk kegiatan padat karya di APBD Murni sudah dikerjakan sejak awal tahun, dan untuk yang APBD perubahan belum dikerjakan karena masih menunggu hasil evaluasi dari Gubernur DIY,” jelasnya.

Kepala Disnakertrans Kulon Progo, Nur Wahyudi – foto Ant

Kepala Bidang Penempatan dan Pengembangan Tenaga Kerja, Disnakertrans Kulon Progo, Boiran mengatakan, program padat karya yang dilaksanakan pada APBD Perubahan 2020, bakal menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal itu untuk mengantisipasi penyebaran virus di lingkungan proyek. “Kegiatan padat karya yang kembali digelar, di samping untuk memulihkan kondisi ekonomi masyarakat karena dampak COVID-19, tentunya harus tetap mentaati protokol kesehatan, hal ini harus berjalan beriringan,” ucap Boiran.

Boiran menyebut, telah berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan dan kapanewon (kecamatan), yang menjadi lokasi program padat karya, untuk memastikan kegiatan itu benar-benar menerapkan protokol kesehatan. Seperti kewajiban pekerja mengenakan masker, tidak berkerumun, dan tidak bertukar alat makan.

Pekerja yang diprioritaskan merupakan warga sekitar proyek. Mereka juga akan dicek suhu tubuh, sebelum ikut dalam kegiatan. Jika suhu di atas 37,5 derajat celsius, maka pekerja diminta untuk istirahat di rumah. “Yang bersangkutan boleh ikut lagi apabila di lain hari suhunya sudah normal dan kondisi tubuh fit,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...