Guru Diharapkan Lebih Kreatif dalam Pembelajaran Daring

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Pembelajaran jarak jauh atau daring yang sudah berlangsung 6 bulan lebih, sudah menimbulkan kejenuhan di kalangan anak-anak. Karenanya, guru dituntut untuk lebih kreatif dalam memberikan materi pelajaran.

Salah satu orang tua siswa Sekolah Dasar (SD), Anjar Asmara, mengungkapkan, kreativitas guru harus ditingkatkan supaya anak tetap tertarik mengikuti pembelajaran jarak jauh. Sebab, selama ini ada guru yang hanya memberikan tugas-tugas untuk membaca dan mengerjakan latihan soal di buku Lembar Kerja Siswa (LKS) ataupun buku pelajaran.

Salah satu orang tua siswa, Anjar Asmara dijumpai di Purwokerto, Kamis (17/9/2020). Foto: Hermiana E. Effendi

Menurutnya, seharusnya guru bisa lebih kreatif, misalnya dengan mengirimkan video penjelasan materi dimana guru menjelaskan di papan tulis. Sehingga siswa merasa seperti belajar di sekolah, karena ada tatap muka dengan guru, meskipun hanya secara virtual.

“Ada juga guru yang sudah mengirimkan video, tetapi isinya hanya materi pelajaran saja, seperti rumus dan angka-angka. Hal ini tentu berbeda jika dalam video ada guru yang terlihat menjelaskan, minimal anak merasakan suasana belajar di kelas, sehingga bisa mengurangi kejenuhan mereka,” tuturnya, Kamis (17/9/2020).

Melihat kondisi saat ini, dimana kasus positif Covid-19 terus mengalami peningkatan, Anjar mengatakan, ia memilih anaknya untuk tetap belajar daring. Mengingat untuk berangkat ke sekolah, akan sangat berisiko bagi anak usia SD.

“Banyak Orang Tanpa Gejala (OTG) di luar sana, jadi saya pilih anak saya tetap belajar dari rumah. Lebih baik orang tua mengalah untuk meluangkan waktu mendampingi dan mengawasi anak belajar di rumah, daripada belajar di sekolah, tetapi dengan risiko terpapar virus, karena siapa yang bisa menjamin kalau lingkungan sekolah bebas dari Covid-19,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Mukorobin, orang tua siswa kelas 2 SD. Menurutnya, belajar di rumah lebih aman bagi anak, dibandingkan harus berbaur dengan lingkungan di luar rumah.

“Sekarang tinggal guru meningkatkan strategi mengajar supaya menarik dan tidak membuat anak bosan, karena interaksi virtual juga bisa tetap dilakukan, jadi bukan alasan kalau belajar daring kemudian anak hanya diberi tugas saja,” katanya.

Rifqy, siswa kelas 4 SD mengatakan, guru di sekolahnya sudah cukup kreatif dalam mengajar. Dalam satu minggu, tiga kali dilakukan zoom bersama teman-teman sekelas. Sehingga mereka tetap merasa belajar bersama, terlebih guru juga mengambil suasana kelas mereka.

Rifqy sendiri tidak merasa bosan untuk menyimak pelajaran yang disampaikan guru, meskipun berlangsug hingga satu jam lebih.

“Setelah zoom, biasanya diberikan tugas untuk dikerjakan, jadi semangat karena bisa melihat teman-teman melalui zoom,” tuturnya.

Lihat juga...