Guru TK ini Berharap Pembelajaran Tatap Muka Segera Dilakukan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANYUMAS – Pembelajaran via online sudah diterapkan sejak pertengahan bulan Maret lalu sampai sekarang dan sudah berlangsung 6 bulan. Para guru Taman Kanak–kanak (TK) di Banyumas berharap, pembelajaran tatap muka bisa segera dilakukan, untuk memaksimalkan pembelajaran terhadap anak.

Guru TK Pertiwi Cilongok, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Sri Haryati mengatakan, meskipun anak-anak belajar di rumah, namun setiap hari guru tetap masuk. Di sekolah guru membuat rancangan pembelajaran harian, mingguan serta tugas-tugas yang diberikan kepada siswa.

“Setiap hari kita para guru tetap masuk dan di sekolah menyusun rencana pembelajaran serta tugas untuk anak-anak,” kata Sri Haryati, Selasa (15/9/2020).

Tugas-tugas tersebut diberikan kepada anak melalui whatsaap dan setiap satu minggu sekali, wali murid datang ke sekolah untuk mengumpulkan tugas tersebut. Tugas yang diberikan antara lain mewarnai gambar, menghubungkan gambar dengan tulisan, ada juga keterampilan membuat anyaman dan lain-lain.

“Jika ada siswa yang belum mengumpulkan tugas, maka guru akan mendatangi rumah siswa tersebut, untuk menanyakan tugas, karena ada kemungkinan orang tua yang belum bisa datang ke sekolah, sehingga kita jemput bola,” tuturnya.

Untuk tugas hafalan doa-doa, siswa diminta mengirim suara melalui whatsaap dan untuk senam, siswa harus mengirim dalam bentuk video.

Para siswa cukup disiplin dalam menjalankan tugas-tugas dari sekolah. Salah satunya, Fansa yang selalu tepat waktu mengumpulkan tugas. Baik tugas keterampilan ataupun tugas hafalan doa.

“Kalau ada tugas selalu diingatkan oleh ibu, jadi harus mengerjakan tepat waktu,” katanya.

Menurut Sri Haryati, dalam pembelajaran online seringkali mengalami kendala, salah satunya adalah permasalahan sinyal. Sehingga para guru berharap, agar bisa segera diperbolehkan pembelajaran tatap muka, supaya proses belajar-mengajar berlangsung lebih efektif.

“Pembelajaran tatap muka tidak langsung semua, tetapi bisa dilakukan secara bergilir, misalnya dalam satu hari ada 5 siswa yang masuk sekolah, besoknya 5 siswa lainnya, begitu seterusnya,” jelasnya.

TK Pertiwi sendiri saat ini memiliki 58 siswa. Dan 10 siswa diantaranya mendapat bantuan beasiswa dari Yayasan Damandiri. Beberapa guru di TK tersebut juga sudah pernah mengikuti pelatihan dari yayasan besutan Presiden Soeharto tersebut.

Terkait sistem pembelajaran online yang masih berlangsung ini, Sri Haryati yang pernah mengikuti pelatihan guru TK dan PAUD dari Yayasan Damandiri berharap, pihak yayasan bisa kembali mengadakan pelatihan, khususnya dengan mengambil tema pembelajaran online.

“Kalau saya berharap ada pelatihan lagi dari Yayasan Damandiri, terutama tentang sistem pembelajaran online, bagaimana pembelajaran yang efektif, mengajak berinteraksi anak secara online yang menarik dan sebagainya,” tuturnya.

Lihat juga...