Hanya di Padang Nasi Super Lezat yang Harganya Segelas Teh Es Saja

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PADANG — Nasi Padang terbilang makanan yang harganya berada di level premium. Tapi di Kota Padang, Sumatera Barat, sendiri harganya hanya Rp5.000 per porsinya.

Berada di daerah Ulak Karang Kecamatan Padang Utara, ada sebuah tempat makan lesehan yang menjual berbagai lauk pauk dengan cita rasa yang begitu lezat, dengan harga yang amat mengejutkan yakni goceng.

Biasanya di Padang harga nasi itu terendah Rp10.000. Namun di tempat makan di Ulak Karang itu mampu menjual makanannya dengan harga segelas teh es saja.

Hj Lena Muhammad Nasir, pemilik usaha rumah makan ini mengatakan harga nasi yang dijualnya itu baru diberlakukan selama Padang dilanda pandemi Covid-19. Dulunya sebelum harga nasi yang dijualnya sama dengan rumah makan pada umumnya yakni Rp18.000 per porsi.

Menurutnya istimewanya lagi, selain karena harga yang relatif terjangkau, pengunjung diperbolehkan mengambil lauk sesuka hati. Sedangkan nasi diambilkan oleh pelayan kedai.

“Dari dulu saya ingin menciptakan tempat makan yang nyaman bagi siapa saja, selain nyaman, juga nikmat dan mengenyangkan. Pada masa pandemi ini lah baru bisa terwujud,” katanya, Jumat (25/9/2020).

Menu masakan di kedai nasi yang diberi nama Al Ananda ini pun tidak monoton. Selalu berganti. Di antaranya seperti goreng ikan, samba lado tanak, asam padeh ikan, sup ayam, dan lainnya.

“Jadi meskipun saya menurunkan harga menjadi lima ribu saja seporsi tanpa mengurangi porsi dan rasa,” ujarnya.

Lena tidak ingin siapa saja yang bersantap di kedai nasi miliknya merasa terbebani dengan harga. Apalagi yang merasa harus berhutang, setidaknya harga Rp5.000 itu dapat mengurangi pengeluaran dalam kondisi ekonomi lagi anjlok ini.

“Saya tidak pernah menghitung berapa modal atau untung, yang saya tahu, setiap berbelanja kebutuhan untuk kedai ini pasti selalu ada uang, bahkan selalu berlebih,” jelas dia.

Ustadzah cantik lulusan Kairo ini selalu percaya dengan keajaiban bersedekah. Ketika bersedekah, akan banyak rejeki yang mengalir. Bahkan Lena bertekad setelah ini akan menggratiskan Nasi Padang olahan tangannya untuk siapa saja.

“Saya tak tega ketika melihat mereka yang kurang mampu kesulitan untuk makan,” ucapnya.

Kedai Nasi Al Ananda ini cukup mudah ditemui. Bagi yang ingin merasakan masakan Lena, pengunjung dapat masuk dari simpang depan BCA Ulak Karang.

Kedai nasi ini buka dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Bahkan pada sore hingga malam hari, Lena mengganti menu makanannya menjadi pecel ayam, juga dengan harga Rp5 ribu seporsi.

Tak heran jika sejak hampir sebulan belakangan ini kedai nasi tersebut menjadi magnet. Ramai dikunjungi, seperti mahasiswa hingga orang kantoran.

Apalagi pada waktu jam makan siang, kedai nasi yang juga menyediakan tempat duduk lesehan itu dipenuhi pengunjung.

Soal rasa, tidak kalah dengan yang lain. Meski harga manenggang alias terjangkau, akan tetapi cita rasanya hampir menyamai masakan di rumah makan maupun restoran.

“Masakannya enak, pedasnya pas, lauknya juga sedap,” ujar David, seorang pengunjung yang sedang makan siang di kedai nasi itu.

Ia mengaku saat ini hampir dikatakan tidak usaha makan yang menjual nasi seharga Rp5.000 itu. Nasi goreng saja saat ini Rp10.000 per bungkusnya.

Apalagi nasi sate Padang, harganya pun paling murah itu Rp8.000 setengah porsi. Sementara nasi milik Al Ananda jauh lebih murah ketimbang harga nasi lainnya.

“Bagi saya dengan adanya harga seperti ini sangat tertolong. Apalagi sehari-hari saya ngojek. Jadi bisa mengirit pengeluaran lah disaat penumpang lagi sepi ini,” ujar David.

Lihat juga...