Hobi Tanaman Hias, Kegiatan Rekreatif dan Produktif

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Hobi budidaya tanaman hias telah dilakoni Tri Yunarti sejak belasan tahun silam. Sebagai ibu rumah tangga, warga Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan itu memanfaatkan halaman untuk budidaya tanaman hias. Berbagai jenis tanaman hias miliknya meliputi anggrek, mawar, melati dan sejumlah tanaman hias yang sedang tren.

Jenis tanaman hias yang sedang tren berupa aglonema, sansevieria, janda bolong, gelombang cinta dan bunga hias lainnya sudah dimiliki. Saat tren bunga hias jenis janda bolong atau Monstrea Adansoni ia pun sudah memilikinya. Meski jenis tanaman janda bolong miliknya merupakan jenis biasa namun ia telah menanamnya sejak lima tahun silam.

Hobi tanaman hias sebut Tri Yunarti jadi pengisi waktu luangnya. Saat sejumlah pekerjaan rumah tangga selesai, ia memilih mengisi waktu dengan merawat tanaman. Budidaya tanaman hias sebutnya memanfaatkan media tanam di pekarangan, pot, polybag hingga bekas kemasan makanan. Kegiatan rekreatif tersebut sekaligus produktif karena hobi tanaman hias meningkat kala pandemi.

“Tanaman hias yang saya budidayakan dominan dikembangkan dengan sistem stek, diperbanyak dengan memencarkan bagian tanaman memakai polybag selanjutnya dipindah pada pot untuk mempercantik tampilan,” terang Tri Yunarti saat ditemui Cendana News, Minggu (27/9/2020).

Sejumlah tanaman yang kini booming seperti aglonema red Sumatera, Sansevieria atau lidah mertua berbagai jenis dimilikinya. Berbagai jenis tanaman hias sebutnya sengaja ditanam untuk menciptakan suasana sejuk,penghias ruangan. Sebagian tanaman yang telah dipencarkan kerap diminta oleh penghobi tanaman hias lainnya.

Meski tidak berniat menjual namun ia menyebut dengan tren tanaman hias membuatnya paham harga. Jenis aglonema yang banyak digandrungi dijual mulai harga Rp100ribu. Berbagai varian aglonema, janda bolong atau monstrea bahkan dijual hingga jutaan. Imbas tren bunga hias yang sebagian memiliki nilai tinggi memberi kepuasan batin tersendiri.

“Saat memiliki jenis tanaman hias yang sedang tren rasanya ada kepuasan batin, meski hanya KW atau istilahnya mirip dengan yang lagi viral sudah senang,” cetusnya.

Warna menarik bunga aglonema, sansevieria dan berbagai jenis bunga lain jadi pemikat pandangan. Saat dikunjungi rekan rekan sesama pecinta bunga ia tak pelit memberi bibit. Baginya tren bunga hias akan memiliki masa tersendiri. Seperti saat bunga gelombang cinta atau Anthurium superbum harganya cukup fantastis. Namun ada masanya harga kembali normal seperti bunga pada umumnya.

Tri Yunarti juga kerap menambah koleksi bunga hias dengan membeli. Mudahnya pembelian tanaman hias memakai platform jual beli membuat koleksinya bertambah. Sebagian tanaman bunga yang jumlahnya semakin banyak ia tawarkan kepada yang berminat. Menjual tanaman hias menjadi kegiatan produktif yang menghasilkan kala pandemi.

“Awalnya tak berniat menjual namun karena peluang mau tak mau sebagian saya jual karena masih bisa diperbanyak,” cetusnya.

Yanti, penghobi tanaman hias di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan menyebut saat pandemi menanam bunga jadi pengisi waktu luang. Aktivitas di dalam rumah yang dianjurkan sebutnya diisi dengan merawat tanaman hias. Budidaya tanaman hias yang ditekuni untuk memanfaatkan lahan di teras rumah.

Memiliki halaman yang masih dibuat menjadi kolam ikan membuat pengairan lebih mudah. Ia memilih memaksimalkan tanaman hias dengan memakai pot gantung,sebagian ditempatkan di atas kolam. Aktivitas memberi makan ikan sekaligus menyirami tanaman hias jadi rutinitas menyenangkan.

“Saat duduk di teras melihat tanaman hias sekaligus memberi makan ikan bisa merelaksasi pikiran dengan kegiatan positif,” beber Yanti.

Memiliki koleksi aglonema red Sumatera dan varian Sansevieria diperoleh dengan cara membeli. Setelah mendapatkan indukan ia bisa melalukan proses perbanyakan generatif. Berbagai tanaman hias sebutnya diletakkan pada lokasi yang mudah diawasi. Sebab bunga hias yang memiliki nilai ekonomis rawan pencurian. Sebagian bahkan diletakkan di dalam rumah.

Lihat juga...