Homestay di Tamanmartani Kembali Tutup Layanan

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Setelah sempat membuka layanan pada Juli lalu, sejumlah homestay di Desa Cerdas Mandiri Lestari Tamanmartani Kalasan, Sleman, terpaksa kembali tutup sejak September ini. 

Penutupan penyewaan homestay di Kampung Homestay Damandiri ini dilakukan, mengingat perkembangan kasus Covid-19 kembali mengkhawatirkan. Angka kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat hingga 210.000 kasus per Jumat kemarin.

Hal itu diperparah dengan status wilayah Kecamatan Kalasan, Sleman, sebagai lokasi Kampung Homestay Damandiri di Tamanmartani, berada di zona merah. Sehingga, pihak pengelola dalam hal ini Koperasi Tamanmartani Sejahtera, memutuskan menutup sementara semua layanan homestay.

Manajer Umum Koperasi Tamanmartani Sejahtera, Maimunah. –Dok: CDN

“Melihat perkembangan kasus yang ada saat ini, kita memutuskan untuk tetap menutup layanan penyewaan homestay. Ini demi kebaikan bersama. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Manajer Umum Koperasi Tamanmartani Sejahtera, Maimunah belum lama ini.

Maimunah mengakui, sejak pemerintah mulai melakukan pelonggaran kebijakan pada Juli lalu, sebenarnya sudah ada sejumlah homestay di Tamanmartani yang telah membuka kembali layanan penyewaan kamar, dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Bahkan, sempat melakukan promosi, meski belum banyak menerima tamu.

“Namun karena jumlah kasus makin meningkat, akhirnya berdasarkan kesepakatan bersama kita memutuskan menutup kembali layanan penyewaan homestay. Apalagi, kecamatan Kalasan ini termasuk salah satu daerah yang tergolong rawan,” ujarnya.

Dengan kembali ditutupnya layanan penyewaan homestay ini, praktis terhitung sejak Maret lalu para warga pemilik homestay menjadi tidak mendapatkan pemasukan tambahan.

Sejak 2017, Yayasan Damandiri menetapkan desa Tamanmartani sebagai Desa Cerdas Mandiri Lestari. Berbagai program pemberdayaan dijalankan untuk mengatasi persoalan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan warga. Salah satu di antaranya adalah mengubah rumah-rumah warga menjadi homestay.

Dengan potensi pariwisata yang dimiliki, homestay diharapkan mampu menambah penghasilan warga desa. Dengan begitu, secara perlahan kondisi perekonomian warga juga akan mampu terangkat ke arah yang lebih baik.

Lihat juga...