HPI Sikka ‘Update’ Pemandu Wisata dan Data Obwis

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Cabang Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), melakukan berbagai pembenahan internal menyambut kondisi pariwisata ke depannya.

Kepengurusan baru HPI Sikka masa bakti 2020-2025 yang memayungi 62 anggota tersebut bertekad membangun kerja sama yang lebih baik dengan berbagai organisasi baik pemerintah, swasta maupun komunitas.

“Kami akan merapatkan barisan dan merumuskan rencana kerja terkait dengan pengembangan sektor pariwisata ke depannya,” kata Ketua HPI Cabang Sikka, Arkadius Jong, Sabtu (26/9/2020).

Arkadius mengatakan, HPI Sikka akan melakukan pembenahan internal organisasi dengan melakukan update profil pemandu wisata serta mendata objek wisata yang perlu diperbaiki.

Menurutnya,dari 62 anggota ada yang fasih bahasa Inggris, Perancis, Belanda, Jerman, Italia, Spanyol dan Mandarin sehingga perlu didata secara rinci termasuk wisatawan mana saja yang biasanya dilayani.

“Kami juga perlu mendata objek wisata di Kabupaten Sikka yang berada di mana saja yang biasa dikunjungi wisatawan sehingga bisa disampaikan ke berbagai pihak agar dibenahi,” ungkapnya.

Arkadius menyebutkan, HPI Sikka melihat selama ini di desa juga ada program pengembangan pariwisata dengan lahirnya Desa Wisata (Dewi) dan Dedi (Desa Digital) sehingga perlu ada kerja sama dalam mempromosikan destinasi tersebut.

Ia mengtakan, di Kabupaten Sikka banyak terdapat komunitas baik Komunitas Fotografi, Maumere Diver Community (MDC), Komunitas Jalan Kaki (KJK) dan lainnya yang bisa diajak bekerja sama membangun pariwisata.

“Banyak objek wisata yang bisa dikembangkan dan dipromosikan sehingga perlu ada kerja sama dengan berbagai pihak dan komunitas agar sektor pariwisata bisa berkembang,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kabupaten Sikka, Petrus Poling Wairmahing menyebutkan, selama masa pandemi corona di tahun 2020 hampir semua anggaran di kantornya dipangkas untuk dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Menurut Petrus, meskipun sektor pariwisata mati suri akibat pandemi corona namun pramuwisata yang terkena dampak padahal pramuwisata merupakan garda terdepan di sektor pariwisata dan berperan sebagai humas.

“Saya sangat mengapresiasi teman-teman pramuwisata yang meskipun paling terkena dampak namun masih tetap bersemangat. Pemerintah pusat menggelontorkan dana begitu besar tetapi yang diterima teman-teman pramuwisata sangat minim,” ucapnya.

Petrus mengatakan, pada tahun 2021 pihaknya akan melakukan upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM) pelaku pariwisata yang terkena dampak besar dan mencari sumber-sumber pendanaan lain untuk membiayai kegiatan pariwisata.

Lihat juga...