Hutan Kota Bekasi Alternatif Rekreasi di Akhir Pekan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Banyak cara berlibur, bersama keluarga maupun komunitas tertentu untuk sekadar melepas penat. Tak harus rekreasi ke pantai atau pun suasana alam yang lokasinya jauh di luar daerah, hanya sekedar untuk menikmati suasana alam di akhir pekan.

Bagi warga Kota Bekasi, tentu hutan Kota Bekasi menjadi alternatif tempat liburan menikmati suasana alam terbuka hijau nan asri di tengah perkotaan dengan rerimbunan pohon menghadirkan suasana sejuk.

Hutan Kota Bekasi, di Jalan Ahmad Yani, dilengkapi beberapa saung semacam rumah cocok untuk berkumpul bersama komunitas. Disamping itu ada beberapa arena permainan khusus anak. Tak kalah menarik track jalur untuk olahraga jogging mengitari lokasi tersebut.

Lokasi wisata alam di Kota Bekasi sangat minim, hanya ada beberapa alternatif seperti Hutan Bambu, Situ Rawa Gede, maupun Curug Parigi. Tempat rekreasi di Kota Bekasi didominasi mall dan tempat berbayar lainnya seperti water park.

“Di sini Sabtu-Minggu, pasti ramai tapi saat pagi, dan menjelang sore. Banyak yang datang untuk bersantai, menikmati suasana hutan kota. Tapi banyak yang jogging kala sore,” ujar Ratna, pemilik usaha sewa mainan anak di salah satu sudut lokasi Hutan Kota, Minggu (6/9/2020).

Ratna mengaku sejak tiga minggu terakhir usaha sewa mobil mainan untuk anak di lokasi hutan bambu sepi. Tapi diakuinya jumlah yang datang setiap hari libur banyak terutama mereka yang berolahraga maupun komunitas, Minggu (6/9/2020) – Foto: Muhammad Amin

Saat siang tambahnya ramai komunitas berkumpul, untuk makan bersama ataupun berdiskusi di rumahan yang tersedia. Biasanya papar Ratna komunitas menggunakan pakaian seragam, makan bersama di salah satu rumahan yang tersedia.

Menurutnya, saat ini jumlah pengunjung berkurang meskipun sudah mulai dibuka sejak beberapa waktu lalu. Selain komunitas kawula muda juga kerap berlatih, dan yang paling sering, beberapa sudut hutan kota dipakai untuk foto model pre wedding.

“Biasanya ramai foto pre wedding saat pagi atau sore. Tapi terkadang mereka tidak memperhatikan lingkungan buang sampah sembarang dan membuat asap menggunakan percikan api saat prosesi foto. Saya pun nggak tahu apa fungsinya, khawatir saja membakar daun kering yang berserakan di tengah hutan kota ini,” papar Ratna.

Pengunjung lain, mengaku bernama Rosal, sengaja siang janjian dengan teman kerjanya untuk bertemu sambil menikmati suasana hutan kota. Menurutnya banyak bangku tersedia dan bisa dipakai untuk santai menikmati suasana rerimbunan dan keteduhan  hutan Kota Bekasi.

Tak hanya itu dia mengaku, bosan menikmati hutan kota, bisa berjalan sedikit, menikmati pusat kuliner yang bersebelahan dengan hutan Kota Bekasi. Dia mengaku terkesan dengan pengelolaan hutan kota, daun yang jatuh dibiarkan begitu saja, hingga membuat suasana seperti di tengah hutan pekat.

“Apalagi saat ini, cuaca Kota Bekasi sangat panas lebih dari 33 derajat Celcius. Luar biasa panasnya tapi saat berada di hutan kota suasana adem,” terangnya.

Lihat juga...