IDEAS Menilai Program Kartu Prakerja Gagal

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Peneliti IDEAS, Ahsin Aligori pada diskusi webinar IDEASTalk bertajuk 'Nasib Buruh, Pengangguran, dan Program Kerja di Masa Pandemi', di Jakarta, Rabu (30/9/2020). Foto: Sri Sugiarti.

JAKARTA — Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) menilai penerapan program Kartu Prakerja gagal karena prakteknya tidak tepat sasaran. Pasalnya, 100 persen karyawan yang dirumahkan tidak siap untuk berwirausaha.

Peneliti IDEAS, Ahsin Aligori mengatakan, pihaknya telah melakukan survei mengenai program Kartu Prakerja yang telah berjalan dari bulan Juli hingga Agustus 2020.

Survei diberlakukan terhadap 346 peserta yang tersebar ke seluruh Indonesia. Adapun usia peserta mayoritas berusia 26-30 tahun atau 41 persen, sisanya 36 persen berusia 21-26 tahun, dan 23 persen yakni berusia 16-20 tahun.

Sebagai besar peserta tersebut merupakan karyawan atau 59 persen dari total peserta. Sementara itu, sisanya 41 persen adalah wirausaha.

“Ada temuan yang menarik dalam survei kami ini, yakni 91 persen pekerja yang dirumahkan tidak mendaftar program Kartu Prakerja. Jadi, kalau melihat yang dirumahkan mengikuti program ini sangat sedikit,” ungkap Ahsin, pada diskusi webinar IDEASTalk bertajuk ‘Nasib Buruh, Pengangguran, dan Program Kerja di Masa Pandemi’, di Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Padahal menurutnya, target program ini adalah untuk menyelematkan mereka yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Namun dari temuan IDEAS, ternyata banyak karyawan yang di PKH belum mengikuti program Kartu Prakerja ini.

Selain itu, tambah dia, hasil survei menunjukkan bahwa 100 persen karyawan yang di PHK mengaku tidak siap untuk berwirausaha setelah mengikuti program tersebut.

Ahsin menilai secara umum program Kartu Prakerja ini gagal, karena dalam prakteknya tidak tepat sasaran. Survei IDEAS juga mengungkap bahwa peserta merasa tidak mendapat manfaat yang berarti dari pelatihan program Kartu Prakerja yang mereka ikuti.

“Ya karena motivasi utama mereka mengikuti pelatihan Kartu Prakerja kan lebih untuk mendapatkan dana bantuan sosial (bansos),” pungkasnya.

Lihat juga...