Indef Proyeksikan Angka Kemiskinan 2021 Naik 0,56 Persen

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memproyeksikan angka kemiskinan kembali mengalami peningkatan pada periode September 2020, yakni sebesar 0,56 persen.

Peneliti Indef, Rusli Abdullah mengatakan, peningkatan angka kemiskinan di Indonesia akan terjadi  peningkatan yang sama seperti jumlah penduduk miskin yang terjadi pada periode September 2019 hingga Maret 2020 lalu. Yakni  jumlah penduduk miskin naik 1,63 juta jiwa atau 0,56 persen selama pandemi Covid-19.

“Proyeksi Indef, pertambahan jumlah penduduk miskin pada September 2020 sama dengan pertambahan dari September 2019 ke Maret 2020, sebesar 0,56 persen,” kata Rusli pada diskusi Indef bertajuk ‘Menguji Target Pembangunan 2021’ yang digelar secara webinar di Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Dengan kenaikan jumlah penduduk tersebut, menurutnya, Indef memperkirakan, angka kemiskinan Indonesia akan kembali double digit, yakni di kisaran 10,34 persen.

Padahal, pada periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat  menekan angka kemiskinan di angka 1,64 persen atau sebesar 2,93 juta jiwa.

Sehingga rata-rata setiap tahun, pemerintahan Jokowi pada periode I dapat menurunkan angka kemiskinan sebesar 0,34 persen atau 0,58 juta jiwa.

Namun sayangnya kata Rusli, pada periode II, yakni dalam enam bulan masa kepemimpinan Jokowi, angka kemiskinan kembali meroket hingga 1,63 juta jiwa atau 0,56 persen.

“Tidak dipungkiri pandemi Covid-19 ini menggerus kesejahteraan masyarakat  dan meningkatkan angka kemiskinan di Indonesia,” tukas Rusli.

Lebih lanjut dia menyampaikan, awal pandemi Covid-19, tercatat kemiskinan meningkat 1,63 juta orang. Angka itu sama dengan usaha menurunkan kemiskinan selama 1,5 tahun yaitu antara Maret 2018 hingga September 2019.

Menurutnya, upaya pemerintah untuk menekan angka kemiskinan di tahun depan bisa terealisasi hanya jika penyebaran Covid-19 di Indonesia bisa terkendali dengan penanganan yang fokus.

Apalagi pemerintah menargetkan angka kemiksinan pada tahun 2021 dapat terjaga di single digit, yakni di kisaran  9,2 persen hingga 9,7 persen.

“Realistis 9,7 persen itu, atau hampir sama dengan Maret 2020. Ya, tentunya harus dengan asumsi Covid-19 penyebarannya makin terkendali, penanganan fokus pada kesehatan,” tutupnya.

Lihat juga...