Indeks Dow Jones Melonjak Lebih 450 Poin, Wall Street Menguat

Para pialang sedang bekerja di lantai Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat (6/3/2020). -Ant/Reuters

NEW YORK – Wall Street menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), dengan Indeks Dow Jones melonjak lebih dari 450 poin, merupakan hari terbaiknya sejak pertengahan Juli, setelah data menunjukkan penggajian swasta AS meningkat bulan lalu, tetapi pada kecepatan yang jauh lebih lambat dari yang diperkirakan.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 454,84 poin atau 1,59 persen menjadi ditutup di 29.100,50 poin, menandai kenaikan satu hari terbaik sejak 14 Juli dan merupakan penutupan pertama di atas 29.000 sejak Februari untuk indeks saham unggulan.

Sementara itu Indeks S&P 500 terangkat 54,19 poin atau 1,54 persen menjadi berakhir pada 3.580,84 poin dan Indeks Komposit Nasdaq meningkat 116,78 poin atau 0,98 persen menjadi ditutup pada 12.056,44 poin.

Indeks S&P 500 dan Indeks Nasdaq menutup sesi pada rekor tertinggi, dengan Nasdaq yang padat teknologi melampaui ambang batas 12.000 untuk pertama kalinya. Sedangkan Indeks S&P 500 naik untuk kesembilan kalinya dalam 10 sesi terakhir.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan utilitas dan material masing-masing terangkat 3,12 persen dan 2,28 persen, melampaui sektor lainnya. Energi merosot 0,42 persen, satu-satunya kelompok yang menurun.

Pergerakan itu terjadi meskipun data menunjukkan perusahaan-perusahaan AS menambahkan lebih sedikit pekerjaan dari yang diperkirakan untuk Agustus.

Perusahaan sektor swasta AS menambahkan 428.000 pekerjaan pada Agustus, perusahaan data penggajian (payrolls) Automatic Data Processing (ADP) melaporkan pada Rabu (2/9/2020). Ekonom Wall Street telah memperkirakan peningkatan satu juta pekerjaan sektor swasta, menurut Econoday.

“Angka pekerjaan Agustus menunjukkan pemulihan yang lambat,” kata Wakil Presiden dan Wakil Kepala ADP Research Institute, Ahu Yildirmaz. Ia menambahkan, “bisnis di semua ukuran dan sektor belum mendekati tingkat pekerjaan sebelum Covd-19.” (Ant)

Lihat juga...