Indonesa Painting Contest, Semangat Seniman Lukis di Tengah Pandemi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MALANG — Berada di tengah pandemi covid-19, tidak lantas menyurutkan semangat para seniman lukis untuk tetap berkarya. Terbukti, ratusan pelukis dari berbagai daerah tetap semangat mengikuti Indonesia Painting Contest yang digagas Nusantara Utama (NU) Gallery.

Founder NU gallery, Muchamad Nabil Haroen, menjelaskan terkait pelaksanaan Indonesa Painting Contest bertajuk ‘Pandemi’ di Taman Krida Budaya, Minggu (6/9/2020). Foto: Agus Nurchaliq

Ketua pelaksana, Mustofa, mengatakan, gelaran Indonesa Painting Contest mengangkat tema ‘Pandemi’ sesuai dengan kondisi yang dihadapi saat ini. Menurutnya, tema tersebut sengaja dipilih guna membangkitkan para pelukis supaya tetap optimis dan memiliki spirit pantang menyerah dalam menciptakan sebuah karya

“Jadi terserah peserta mau menafsirkan tema Pandemi itu seperti apa. Mereka bebas mengekspresikan apa yang dirasakan ke dalam sebuah lukisan. Baik itu berupa kesedihan, kesusahan, kekuatan maupun hikmah yang bisa mereka ambil,” jelasnya pembukaan Indonesia Painting Contest di Taman Krida Budaya, Minggu (6/9/2020).

Disebutkan, total ada 292 peserta yang mengikuti Indonesa Painting Contest tahun ini. Namun demikian, dengan jumlah peserta yang cukup banyak tersebut, pihak panitia tetap menerapkan protokol kesehatan kepada seluruh peserta.

“Kegiatan ini terselenggara dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, seperti jaga jarak, cuci tangan dan wajib memakai masker. Kita harus bisa bangkit dan terus bergerak dari pandemi yang saat ini menjadi masalah di seluruh dunia, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan,” tandasnya.

Lebih lanjut founder NU gallery, Muchamad Nabil Haroen mengaku sempat ragu untuk menyelenggarakan Indonesa Painting Contest, bahkan nyaris gagal terlaksana.

“Di situasi pandemi tentunya kami harus berhati-hati dalam menyelenggarakan kontes ini, terlebih banyak diikuti para perupa dari berbagai daerah sehingga kami harus melakukan protokol kesehatan yang ketat. Tapi Alhamdulillah amhirnya tetap bisa berlangsung,” imbuhnya.

Menurutnya, melalui tema ini ia ingin menunjukkan bahwa pandemi bukan halangan bagi siapapun termasuk para pelukis untuk berkarya. Mereka harus tetap menunjukkan kemampuan, keahliannya.

“Pandemi bukan halangan, justru adalah momentum yang baik untuk menunjukkan keahliannya dari para pelukis. Acara ini juga sebagai wadah silaturahim dan beradu karya bagi para pelukis,” ucapnya.

Disebutkan, Indonesia Painting Contest merupakan sebuah kontes melukis tingkat nasional yang sudah diselenggarakan kali ke tiga. Tahun pertama di Jakarta, tahun ke dua di Surakarta dan tahun ke tiga di Malang.

“Dengan menjaga rutinitas diadakannya kontes melukis ini, maka kita berharap dunia seni rupa terutama seni lukis di Indonesia akan tetap hidup karena ini merupakan kekayaan dan karakter bangsa kita,” terangnya.

Sementara itu, perwakilan juri, Bambang AW, ada empat kriteria penilaian yang digunakan dalam kontes kali ini. Pertama, kesesuaian antara tema dengan lukisan yang dibuat. Kemudian konsep dari lukisan yang merupakan hasil dari pemikiran teman-teman ke dalam kanvas. Selanjutnya dari teknik yang digunakan, dan yang terakhir adalah estetik.

“Empat unsur tersebut harus terpenuhi dalam sebuah karya sehingga itulah yang nanti akan bisa keluar menjadi juara,” pungkasnya.

Lihat juga...