Inovasi Warga Malang ini Membuat Nyaman Pakai Masker

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Banyak masyarakat yang hingga saat ini masih enggan untuk mengenakan masker di masa pandemi. Kebanyakan dari mereka beralasan tidak bisa leluasa bernafas dan membuat artikulasi suara menjadi tidak jelas saat mengenakan masker.

Berangkat dari permasalahan tersebut, salah satu warga Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Andreas Suprayitno, membuat inovasi berupa alat penyangga masker Global Respiration Guard (GRG) yang berfungsi sebagai penyekat antara mulut dan masker agar tidak saling bersentuhan.

Andreas Suprayitno, menjelaskan terkait manfaat inovasi alat penyangga masker Global Respiration Guard, di Polresta Kota Malang, Senin (21/9/2020). Foto: Agus Nurchaliq

Disebutkan, alasan lulusan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang tersebut membuat GRG adalah supaya orang senang bermasker. Bukan pakai masker karena terpaksa dan dipaksa-paksa.  Sebab dirinya kerap menerima banyak keluhan dari masyarakat dimana mereka beralasan malas memakai masker karena tidak nyaman.

“Keluhan yang sering saya dengar seperti tidak bisa bernafas dengan leluasa, kemudian kalau berbicara tidak bisa jelas karena tertutup dengan kain masker. Dari keluhan semacam itu saya kemudian menciptakan GRG,” jelasnya usai menyerahkan GRG secara gratis kepada pihak kepolisian Polresta Kota Malang, Senin (21/9/2020).

Lebih lanjut menurutnya selain untuk menjawab dua permasalahan tersebut, ada manfaat lainnya dari GRG yang tidak kalah penting. Misalnya, ketika seseorang tidak memakai penyangga masker, pada saat berbicara mulut akan bersentuhan langsung dengan masker yang menyebabkan masker menjadi lembab.

Pada saat masker menjadi lembab inilah kemudian apabila ada droplet yang menempel ke masker seseorang, maka sangat mungkin droplet virus tersebut tertelan masuk ke dalam tubuh.

“Tetapi dengan adanya alat yang bisa menjaga jarak antara bibir dengan masker ini, akan jauh lebih aman. Jadi seandainya ada droplet yang menempel di masker, karena mulut kita tidak menyentuh masker, maka kemungkinan kita tertular virus tersebut menjadi lebih kecil. Alat penyangga ini bisa digunakan bersamaan dengan jenis masker apapun,” imbuhnya.

Disampaikan Andreas, GRG terbuat dari Plastik LDPE (Low Density Polyethylene) dan sudah mulai dipasarkan secara online dengan harga 10 ribu rupiah. Dalam 1 hari, Andreas mengaku bisa memproduksi enam ribu GRG per hari.

“Tapi untuk hari ini sebagai warga Malang, saya tergerak untuk memberikan sumbangsih alat yang saya ciptakan kepada anggota kepolisian. Supaya mereka saat bertugas bisa memakai masker dengan nyaman. Ada sekitar 300 GRG yang saya bagikan kepada personel kepolisian polresta kota Malang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabagsumda Polresta Malang Kota, AKP Amung Sri Wulandari, yang menerima langsung GRG tersebut mengaku sangat berterima kasih atas sumbangsih salah satu warga Malang yang telah menyumbangkan RGR secara gratis kepada anggota kepolisian. Menurutnya, inovasi yang dibuat Andreas tersebut bisa mendorong masyarakat supaya tidak malas lagi memakai maskser.

“Setelah dipakai, saya merasakan sekarang lebih nyaman menggunakan masker karena biasanya masker langsung menempel ke bibir, tapi sekarang tidak menempel, jadi lipstik saya tetap utuh dan tidak belepotan. Bernafas juga lebih lega dan kalau pakai penyangga masker ini, bagi yang memakai kacamata jadi tidak berembun,” pungkasnya.

Lihat juga...