Investasi FMG Australia Siap Masuk ke Kaltim

Gubernur Kaltim, Isran Noor – Foto Ant

SAMARINDA – Rencana perusahaan ternama Australia, Fortescue Metals Group (FMG), melakukan investasi hydro power dan green industry di wilayah Kalimantan Timur mendapatkan respom positif.

“Tentu kami sangat senang dengan rencana investasi ini. Namun kami juga perlu tahu, sejauh mana keseriusan perusahaan tersebut untuk berinvestasi ke Kaltim,” kata Gubernur Kaltim, Isran Noor, Rabu (2/9/2020), usai  menghadiri rakor Percepatan Investasi Hydro Power dan Green Industry yang dipimpin Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan di Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut dikatakannya, Pihak FMG berencana melakukan investasi dalam dua tahapan di tahun pertama. Tahap pertama dilakukan untuk penelitian dan penyaringan, di seluruh wilayah (county wide research and screening). Sementara untuk tahap kedua dilakukan pra studi kelayakan (pre-feasibility study).

Menanggapi hal tersebut, Isran Noor langsung mempertanyakan kapankah FMG akan datang ke Kaltim. “Silakan kesini. Hari ini, besok, atau dalam minggu ini, kami akan tunggu dan kami mendukung sepenuhnya,” tegas Gubernur.

Pada 6 Agustus 2020, Pemprov Kaltim sudah melayangkan surat dukungan kepada pihak FMG dengan surat bernomor 670/4753/B.ISDA-1, perihal dukungan percepatan investasi hydro power dan green industry.

Saat ini, potensi penggunaan PLTMH di Kaltim berada di 32 titik dengan total daya 3.557 KW. PLTMH sudah digunakan di empat kabupaten yaitu Kutai Timur, Paser, Berau dan Kutai Barat. Sejak 2016 dibangun Pemprov Katim dan pemerintah kabupaten total kapasitas terpasang sebesar 529 KW. Potensi PLTA terdapat tiga rencana atau potensi telah memiliki FS, DED dan Amdal sejak 2017, yaitu PLTA Tabang 360 (4×90) MW, dan PLTA Bendungan Lambakan 18.60 MW, serta PLTA Kelay 55 MW. Sedangkan PLTA tersurvei 16 PLTA dengan total 1.045.00 MW yang tersebar di Kutai Timur, Berau, Kutai Kartanegara dan Kota Balikpapan. (Ant)

Lihat juga...