Jalan Ditutup, Warga Grogol Kesulitan Mengakses Lokasi Penambangan Pasir

Editor: Mahadeva

YOGYAKARTA – Sejumlah penambang pasir serta warga Dusun Grogol, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, kesulitan mengakses lokasi penambangan pasir yang ada di dusun mereka. Hal itu dialami setelah ditutupnya sebagian bahu jalan menuju lokasi penambangan pasir oleh pihak Pemerintah Desa Umbulharjo, Cangkringan. 

Selain terpaksa menghentikan aktivitas penambangan seperti biasanya, para penambang pasir dibantu warga saat ini berupaya membuat akses jalan baru, agar bisa kembali melewati jalan tersebut.  Salah seorang penambang pasir, Heri menyebut, penutupan sebagian bahu jalan tersebut dilakukan Jumat (4/9/2020) malam. Pihak Pemerintah Desa Umbulharjo menutup sebagian bahu jalan menuju lokasi penambangan, karena ada tanah kas desa yang terpakai di salah satu titik jalan tersebut.

“Karena ada tanah kas desa yang terpakai, pemerintah desa memasang plang penutupan jalan di separuh badan jalan. Sehingga truk pengangkut pasir tidak bisa melintas. Padahal jalan ini merupakan satu-satunya akses menuju lokasi penambangan. Sehingga otomatis aktivitas penambangan terhenti,” kata Heri, Minggu (6/9/2020).

Salah seorang penambang pasir, Heri – foto  Jatmika H Kusmargana

Heri secara pribadi menyayangkan tindakan dari Pemerintah Desa Umbulharjo tersebut. Hal itu disebutnya, dilakukan tanpa berkomunikasi dan berdiskusi dengan penambang pasir maupun warga. Padahal banyak warga Dusun Grogol yang bekerja dan mencari nafkah di lokasi penambangan. “Mestinya bisa dibicarakan baik-baik. Bagaimana solusinya. Tidak asal tutup begitu saja. Kasihan warga jadi tidak bisa bekerja. Apalagi di tengah situasi pandemi yang serba sulit seperti sekarang ini,” katanya.

Pasca penutupan separuh badan jalan di salah satu titik akses menuju lokasi penambangan tersebut, pihak penambang pasir dibantu warga berupaya membuat akses jalan baru. Mereka menguruk tanah milik warga, yang berada tepat di samping tanah kas desa yang ditutup. Sehingga badan jalan kembali lebar, dan bisa dilewati truk pengangkut pasir.  “Kita ngalah, dan membuat jalan baru tepat disamping, tanah kas desa yang ditutup itu. Justru warga pemilik tanah sendiri yang mengijinkan. Karena memang warga juga membutuhkan akses jalan ini,” tandasnya.

Salah seorang warga Dusun Grogol, Anwar, membenarkan perkataan Heri. Ia menyebut ada puluhan warga Dusun Grolol termasuk dirinya, yang selama ini bekerja di lokasi penambangan pasir. Sehingga penutupan separuh bahu jalan secara otomatis membuat aktivitas penambangan terhenti.

Warga menjadi tidak bisa bekerja seperti biasanya. “Kalau warga inginnya itu sederhana. Yakni bisa bekerja di lokasi penambangan seperti biasanya. Kalau ditutup separuh gini, truk jadi tidak bisa lewat. Kalau truk tak bisa lewat, bagaimana warga bisa bekerja,” ungkapnya.

Hingga berita ini dibuat, pihak Pemerintah Desa Umbulharjo Cangkringan Sleman Yogyakarta belum bisa dimintai keterangan. Baik itu terkait alasan, maupun tujuan di balik penutupan sebagian bahu jalan, yang menjadi satu-satunya akses menuju lokasi penambangan pasir di desa Grogol.

Lihat juga...