Jateng Kejar Target Uji 8.000 Sampel Swab per Hari

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo di Semarang, Kamis (24/9/2020). -Foto: Arixc Ardana

SEMARANG – Dinas Kesehatan Jawa Tengah menambah tiga laboratorium untuk pemeriksaan sampel swab test atau tes usap, yakni Badan Laboratorium Kesehatan Provinsi di Semarang, Lab RSUD Moewardi Solo dan Lab RSUD Margono Banyumas.

Ditargetkan dengan penambahan tiga lab tersebut, Jateng memiliki 19 laboratorium uji sampel Covid-19 dan dapat meningkatkan kapasitas hingga delapan ribu uji sampel swab test per hari.

“Kita memperkuat lab kita. Terutama sedang kami perkuat betul adalah SDM, alat-alat pendukung, lalu kecukupan reagen,” papar Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo di Semarang, Kamis (24/9/2020).

Ditegaskan, ketiga lab tersebut untuk mendukung kegiatan 16 lab lain yang sudah ada di seluruh Jateng. Selain itu, juga untuk mencakup sejumlah wilayah yang selama ini masih terkendala dalam uji sampel.

“Keberadaan lab di Kota Semarang untuk mendukung wilayah Jateng bagian utara, seperti Kabupaten Demak, Kudus, Jepara, Rembang. Kemudian lab di Solo untuk wilayah Jateng bagian selatan, seperti Karanganyar, Sragen, Sukoharjo. Sedangkan lab di RS Margono untuk mem-backup Jateng bagian barat, dari Banyumas, Cilacap, Purbalingga hingga Kebumen,” tegasnya.

Pihaknya berharap, dengan kapasitas yang banyak juga berdampak pada kecepatan hasil yang didapat. Sejauh ini, Jateng masih membutuhkan waktu tiga hari, untuk bisa mendapatkan hasil sampel swab.

“Sebelumnya, jika pemeriksaan dilakukan Sabtu, dan hasilnya baru keluar Senin, kali ini mudah-mudahan tidak akan lagi terulang. Kalau sampel dikirim sebelum jam 12 siang, maka hari itu hasilnya bisa didapat. Sehingga nanti secara keseluruhan di Jateng kemampuannya bisa 8ribu – 9ribu tes per hari. Mudah-mudahan, Senin (28/9/2020) sudah bisa,” harap Yulianto.

Sejauh ini, Jateng sudah menggelar 295.000 tes usap, dengan rasio kasus positif Covid-19 mencapai 10,15 persen. Meski demikian, ada juga daerah yang di bawah 5 persen seperti Banyumas sekitar 2,71 persen.

“Kita upayakan, agar jumlah positivity rate atau rasio kasus positif bisa terus turun,” tegasnya.

Sementara, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menegaskan dari hasil evaluasi penanganan Covid-19 di Jateng dalam sepekan terakhir, jumlah pemeriksaan sampel Covid-19 di Jateng sudah meningkat. Meski juga ada beberapa wilayah yang masih rendah.

“Jika melihat data, jumlah pemeriksaan ini bahkan sudah melampaui target awal, di angka 4.991 uji sampel per hari. Contohnya, pada 22 September jumlah spesimennya sebanyak 5.559. Bahkan, pada 23 September kemarin, mencapai 6.019 spesimen,” terangnya.

Dijelaskan, dengan penambahan tiga lab tersebut, diharapkan jumlah uji sampel yang dilakukan juga meningkat. Tidak hanya kapasitas, namun juga kecepatan.

“Sementara, untuk wilayah zona merah Covid-19 di Jateng, masih ada empat kabupaten kota, yakni Kabupaten Tegal, Kendal, Kebumen dan Kota Pekalongan. Nantinya, di empat daerah zona merah itu yang akan didampingi dengan menerapkan model sama seperti penanganan di Kota Semarang,” terangnya.

Ia meminta seluruh Kabupaten/Kota, khususnya empat daerah yang masuk zona merah, untuk tetap gencar melakukan 3T, yakni testing, tracing dan treatment.

“Termasuk sambil juga terus mengkampanyekan 3M kepada masyarakat, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun,” pungkas Ganjar.

Lihat juga...