Jongkong Singkong, Kue Legendaris yang Nyaris Terlupakan

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Di tengah serbuan aneka makanan modern, olahan berbahan baku ketela pohon atau singkong masih tetap bertahan, meski kini mulai terlupakan. Salah satunya, kue jongkong.

Tidak diketahui secara pasti dari mana asal nama jongkong disematkan, namun kue yang dibuat dari olahan parutan singkong dengan gula jawa ini, dahulu merupakan makanan khas Kota Semarang yang cukup populer.

Menu ini masih bisa didapatkan di pedagang kue di sejumlah pasar tradisional di Kota Semarang, seperti di Pasar Jatingaleh, Peterongan hingga Pasar Jati.

Selain itu, ada juga warga Kota Semarang yang masih membuatnya. Salah satunya, Juhari. Petani di wilayah Tembalang Semarang ini, setiap panen singkong, selain dijual, hasilnya juga diolah menjadi beragam makanan khas dengan bahan baku ketela pohon. Termasuk kue jongkong.

“Singkong ini sebenarnya serba guna, bisa diolah jadi berbagai macam makanan. Seperti gethuk, lemet, tape, gaplek, gatot sampai kue jongkong,” paparnya, saat ditemui di Semarang, Sabtu (26/9/2020).

Dipaparkan, untuk membuat kue jongkong, singkong diparut, kemudian dicampur dengan garam dan air kapur sirih. Tujuannya, agar teksturnya lebih kenyal.

Setelah didiamkan beberapa saat, parutan singkong tersebut, kemudian dibungkus dengan daun pisang, dan diberi isian gula merah atau gula jawa.

“Selanjutnya, dikukus dengan api sedang. Tunggu sekitar 30 menit, kalau daun pisang sudah layu, tandanya kue jongkong sudah matang,” terangnya.

Untuk menikmatinya, kue jongkong bisa dimakan langsung atau diberi taburan kelapa muda parut.

Perpaduan antara tekstur singkong, rasa asin dan manisnya isian gula merah, ditambah taburan parutan kelapa muda, menciptakan cita rasa yang unik, namun enak dimakan.

“Kalau saya pas buat banyak, sering saya berikan ke tetangga kanan kiri. Ini sebenarnya kue yang enak, tapi tidak tahu kenapa, yang jual sekarang tidak banyak. Mungkin kalah bersaing dengan kue modern,” terangnya.

Johan, salah satu pembuat sekaligus penggemar kue jongkong singkong, saat ditemui di Semarang, Sabtu (26/9/2020). -Foto Arixc Ardana

Dipaparkan, selain mengenyangkan, kue jongkong singkong, juga menyehatkan karena tidak menggunakan bahan-bahan alami.

Sementara, salah satu anak Juhari, Johan mengaku menjadi salah satu penggemar kue jongkong. Dirinya bahkan kerap membantu, sang ayah, untuk membuat kue tersebut.

“Sebelumnya, tidak yakin, apa enak, karena ini dari bahan singkong, tapi setelah dicoba, ternyata enak. Selain itu juga mengenyangkan,” paparnya.

Diakuinya, kue jongkong terutama di Kota Semarang, saat ini sangat jarang ditemukan.

“Biasanya kalau mau makan kue jongkong, harus pesan dulu ke pedagang kue tradisional, baru kemudian dibuatkan. Mungkin karena peminatnya sedikit, jadi kalau langsung dibuat, takut tidak terjual,” jelasnya.

Johan mengungkapkan di Semarang, sebagai salah satu kota kuliner, ada banyak menu atau kue tradisional yang cukup terkenal, namun kini keberadaannya, sulit ditemukan.

“Harapannya, karena ini juga bagian dari kearifan lokal, kue-kue tradisional khas Semarang, bisa tetap dipertahankan. Termasuk ada upaya dari pemerintah, untuk mendukung hal tersebut,” pungkasnya.

Lihat juga...