Kaltim: Konfirmasi Positif COVID-19 Bertambah 195 Orang

SAMARINDA — Kasus konfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Kalimantan Timur masih menunjukan grafik kenaikan dengan adanya tambahan sebanyak 195 kasus berdasarkan rilis harian satuan tugas COVID-19 wilayah setempat, Kamis.

Juru bicara Satgas COVID-19 Provinsi Kaltim, Andi Muhammad Ishak menyampaikan akumulasi kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di wilayah Kaltim sudah mencapai 7.459 kasus.

“Kelalaian dan pengabaian terhadap protokol kesehatan salah satu faktor utama memicu semakin berkembangnya virus di masyarakat. Bahkan, hampir-hampir tak terkendali,” beber Andi Muhammad Ishak menyampaikan rilis harian secara virtual di Samarinda.

Andi menjelaskan untuk tambahan kasus baru didominasi wilayah Kota Balikpapan dengan jumlah 104 kasus.

Sedangkan kasus lainnya tersebar di Berau 12 kasus, Kutai Kartanegara 40 kasus,Kutai Timur 24 kasus, Paser 13 kasus,Penajam Paser Utara 1 kasus dan Samarinda 1 kasus.

Bagi Andi Ishak, menggunakan masker bukan sekedar mematuhi aturan, tetapi bentuk kesadaran diri untuk melindungi diri dan orang lain dari penularan virus.

Demikian pula menjaga jarak aman dan diupayakan tidak berkerumun dan menghindari interaksi banyak orang. Juga membiasakan diri akan kebersihan tangan dengan selalu mencuci pakai sabun sebelum dan sesudah beraktivitas.

“Itulah berbagai kebiasaan baru di masa pendemi ini. Dan ini harus dipahami dan dilaksanakan setiap orang, tanpa tetkecuali,” ungkapnya.

Andi juga melaporkan tambahan kasus meninggal sebanyak 5 kasus yang tersebar di, Kutai Timur 1 kasus,Penajam Paser Utara 1 kasus, Balikpapan 1 kasus dan Samarinda 2 kasus.

Sedangkan untuk pasien sembuh dilaporkan bertambah 123 kasus dengan sebaran di Berau 20 kasus, Kutai Barat 1 kasus,Kutai Kartanegara 13 kasus, Balikpapan 78 kasus dan Samarinda 11 kasus.

Dengan demikian ditegaskan Andi Muhammad Ishak jumlah kasus terkofirmasi positif COVID-19 di Provinsi Kaltim sebanyak 7.459 kasus dengan rincian 5.025 kasus dinyatakan sembuh, 2.148 kasus masih menjalani perawatan medis dan 286 kasus dilaporkan meninggal dunia. [Ant]

Lihat juga...