Kampung Bali di Bekasi Jadi Wisata Budaya

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Kampung Bali di Bekasi menjadi destinasi wisata baru di Kota Bekasi, Jawa Barat. Lokasinya persis di Jalan Merpati, RT 011/09 Harapan Jaya, Bekasi Utara.

Tempat itu dibangun oleh beberapa warga setempat yang kebetulan berasal dari Provinsi Bali, dari ornamen rumah hingga lingkungannya untuk merepresentasikan kehidupan sehari-hari di tempat asalnya.

“Kampung Bali, tentunya menjadi satu tempat untuk dijadikan wisata budaya dengan ciri khas tersendiri. Karena beberapa warga di lingkungan itu melakukan representasi kehidupan sehari-hari di kampung asalnya,” ungkap Tri Adhianto, Wakil Wali Kota Bekasi, di Jatisampurna, Minggu (13/9/2020).

Dikatakan, meski tidak semua warga di RT 011/09 Harapan Jaya, Bekasi Utara, berasal dari Bali, tapi dukungan masyarakat di sekitarnya luar biasa. Mereka tidak merasa adanya suatu kesenjangan. Sebaliknya, bersama dalam bingkai keberagaman.

Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, di Jatisampurna, Bekasi, Minggu (13/9/2020). –Foto: M Amin

Menurut Mas Tri, hal tersebut adalah satu bagian dari gerakan kebersamaan, untuk mengenalkan keberagaman budaya, budi dan karsa. Rasa menikmati satu objek seni dan budaya yang perlu dipertahankan.

“Kita mempunyai mimpi, kenapa hampir di setiap kota di luar negeri ada yang namanya China Town?” ujarnya.

Hal tersebut, tandasnya, tentu menjadi model di setiap daerah di Indoneisa untuk mengembangkan juga Kampung Bali, Kampung Bugis, atauKampung Jawa dan lainnya, untuk mengenalkan budaya keberagaman Tanah Air.

“Bukan kita ingin melihat pada perbedaaannya, tapi lebih melihat keberagaman budaya. Daerah Kota Bekasi boleh maju, disebut metropolis, tetapi budaya akar yang ada di Indonesia bisa dipertahankan dan ini bisa sama-sama hidup dalam satu konstalasi keberagaman,” tukasnya.

Lebih lanjut dikatakan, dengan kekuatan yang ada Kampung Bali Bekasi, menjadi daya dorong, nilai dan harga bagi masyarakat. Karena selain Kampung Bali, di Bekasi juga ada Kampung Betawi.

Mas Tri berkeinginan, ke depan di Bekasi ada Kampung Jawa. Karena yang ada di Kampung Bali sekarang hanya 60 persen warga dari Bali. Tapi, mereka sepakat mengkonsepkan diri sebagai Kampung Bali.

Perlu dipahami, bahwa budayanya bukan menghindunisasi, tetapi lebih kepada kearifan lokal, ada seni, tari, pahat, dan lainnya.

“Membangun negara kesatuan ini, bukan hanya membangun infrastruktur, tapi orangnya. Sesuai lagu Indonesia Raya, bangun badannya dan bangun jiwanya,” pungkas dia.

Masyarakat pendatang membuat lingkungan kampung menjadi indah dan bernuansa seperti di Bali, bahkan masyarakatnya pun pendatang dari Bali. Saat ini, kampung Bali Bekasi, cocok untuk berswafoto dengan nuansa Pulau Dewata.

Lihat juga...