Karena Renovasi, Persipura Batal Bermarkas di Gajayana

Pesepakbola Persipura, mengikuti pemusatan latihan di lapangan Agrokusuma, Batu, Jawa Timur, Kamis (27/8/2020) – Foto Ant

JAKARTA – Persipura Jayapura, batal bermarkas di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur. Hal itu terjadi, setelah menerima surat balasan dari pemerintah daerah setempat, yang menyatakan stadion tersebut tidak bisa digunakan karena akan direnovasi.

“14 agustus kita sudah mengirimkan ke Wali Kota Malang. Tapi perhari ini baru ada jawaban dari Pemerintah Kota Malang, untuk sementara Gajayana tidak bisa dipakai, karena alasan akan direhab dalam waktu dekat ini,” ujar Sekretaris Persipura Jayapura, Rocky Bebena, Rabu (23/9/2020).

Rocky mengatakan, Persipura tak menyesalkan hal itu dan memilih mencari alternatif stadion, yang bisa digunakan dalam lanjutan Liga 1 Indonesia pada 1 Oktober mendatang. Manajemen Mutiara Hitam, sudah melayangkan surat permintaan penggunaan Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, pada Rabu (23/9/2020), dan berharap ada jawaban positif. “Kita sudah berkomunikasi ke Pemerintah Kabupaten Malang untuk penggunaan Stadion Kanjuruhan mudah-mudahan besok ada jawaban suratnya. Kita lampirkan juga jadwal pertandingan,” tambahnya.

Belum pastinya stadion mana yang akan dijadikan markas, membuat Boas Solossa dan kawan-kawan dilingkupi harap-harap cemas. Pasalnya, lanjutan Liga 1 Indonesia tinggal menyisakan sepekan lagi, sebelum Kickoff. “Mengingat waktu semakin dekat, kita berharap dalam sepekan bisa clear, mudah-mudahan bisa diselesaikan,” katanya.

Disinggung alasan tetap ingin di Malang, Rocky mengatakan, keputusan itu juga sebagai langkah politis. Sebab beberapa waktu lalu terjadi rasisme terhadap mahasiswa Papua, dan adanya stigma ketidakharmonisan antara masyarakat Papua dan Jawa Timur.

Dengan bermarkas di Malang, Persipura ingin menegaskan, mereka tak ingin masalah itu terus menjadi luka. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat persatuan bangsa. “Kita ingin berbuat sesuatu. Karena kita yakin, pasti masyarakat Malang baik pemerintah dan juga unsur-unsur yang lain bukan menganggap kami bagian dari lawan, tetapi satu kesatuan Republik Indonesia,” tandasnya. (Ant)

Lihat juga...