Kasus DBD di Purbalingga, Melonjak

Editor: Koko Triarko

PURBALINGGA – Kasus Deman Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Purbalingga, melonjak dalam sebulan terakhir dengan penambahan 8 kasus. Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten setempat, meminta agar masyarakat tertib melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungannya.

Dari data Dinkes Kabupaten Purbalingga, sampai saat ini tercatat ada 171 kasus DBD, dengan jumlah kasus yang meninggal dunia 5 orang. Sebelumnya, pada bulan Juli 2020, kasus DBD masih pada angka 163 orang.

Kepala Dinkes Kabupaten Purbalingga, drg. Hanung Wikantono mengakui, jika PSN belum membudaya di kalangan masyarakat Purbalingga. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 yang berlangsung cukup lama ini, fokus masyarakat lebih kepada budaya cuci tangan dan penggunaan masker. Sedangkan kebersihan lingkungan sekitar dari genangan air, terabaikan.

Kepala Dinkes Kabupaten Purbalingga, drg. Hanung Wikantono, di kantornya, Jumat (4/9/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

“DBD ini tidak mengenal musim, saat musim hujan banyak nyamuk, saat pancaroba dan kemarau juga tetap ada nyamuk, sehingga jangan sampai lengah. Perhatian kita fokus pada penanggulangan Covid-19, sementara penyakit lainnya yang mengancam terabaikan,” katanya, Jumat (4/9/202).

Kadinkes meminta agar masyarakat mulai disiplin melakukan PSN. Yaitu, dengan tertib membersihkan tempat penampungan air secara berkala, menutup rapat tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk atau membuangnya serta membersihkan lingkungan rumah.

Kasus terbaru DBD, lanjutnya, ditemukan di Desa Sidakangen, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga. Di desa tersebut ditemukan 3 kasus DBD. Sebagai langkah antisipasi, Dinkes langsung melakukan foging di kawasan tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Desa Sidakangen, Suhadi, mengatakan, tiga warga yang terkena DBD, yaitu warga RT 16, RT 17 dan RT 18 RW 7 desa setempat. Di tiga RT tersebut langsung dilakukan foging. Saat ini, pihak desa juga terus berupaya untuk mensosialisasikan gerakan 3 M, yaitu menguras, menutup dan mengubur barang bekas.

“Bersama dengan pihak puskesmas, kita terus berupaya untuk mensosialisasikan gerakan 3 M, memang agak sulit karena sebagian besar warga cenderung meremehkan keberadaan nyamuk. Mereka lebih fokus dalam pencegahan Covid-19. Namun, kita akan terus berupaya untuk menggugah kesadaran warga desa,” tuturnya.

Dari data Dinkes Kabupaten Purbalingga, lima orang yang meninggal akibat DBD berasal dari warga Desa Kutasari dan Desa Karanglewas Kecamatan Kutasari, Desa Sinduraja Kecamatan Kaligondang, Kelurahan Purbalingga Wetan Kecamatan Purbalingga dan yang terakhir dari warga Desa Karanganyar Kecamatan Karanganyar.

Lihat juga...