Kasus Positif Covid-19 di Jakarta, Bertambah

Ilustrasi -Ant

JAKARTA – Konfirmasi positif Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) harian di Jakarta mencapai 842 kasus, sehingga total menjadi 45.446 bertambah signifikan dari sebelumnya sejumlah 44.604 kasus, Sabtu (5/9).

Berdasarkan data dari Pemprov DKI Jakarta, pertambahan itu lebih rendah dibandingkan pertambahan pada Jumat (4/9) sebanyak 895 kasus, pada Rabu (2/9) sebanyak 1.053 kasus, pada Selasa (1/9) sebanyak 941 kasus, pada Senin (31/8) sebanyak 1.029 kasus, pada Minggu (30/9) sebanyak 1.114 kasus, pada Sabtu (29/8) sebanyak 888 kasus, serta pada Kamis (3/9) sebanyak 1.406 kasus baru yang merupakan rekor pertambahan selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, menjelaskan, 842 kasus positif Covid-19 ini adalah hasil penelusuran kasus terhadap 9.292 spesimen pada 4 September 2020, dengan rincian, 7.248 orang dites PCR, ntuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 842 positif dan 6.406 negatif.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan, hingga 4 September 2020, sudah ada 768.866 sampel (sebelumnya 759.574 sampel) yang telah diperiksa dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengetahui jejak Covid-19 di lima wilayah DKI Jakarta lewat 54 laboratorium.

“Untuk rate tes PCR, total per satu juta penduduk sebanyak 63.593. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 51.017,” ujar Dwi.

Dwi menjelaskan, jumlah kasus aktif yang terpapar penyakit pneumonia akibat virus Corona jenis baru (Covid-19) itu di Jakarta saat ini, sebanyak 10.178 orang (bertambah 94 dari sebelumnya 10.084 orang) yang masih dirawat/isolasi.

Sedangkan, dari jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta pada Sabtu ini sebanyak 45.446 kasus, ada 33.991 orang dinyatakan telah sembuh (bertambah 731 dibanding hari sebelumnya 33.260 orang), sedangkan 1.277 orang (bertambah 17 dibanding sebelumnya 1.260) meninggal dunia.

Dalam persentase, tingkat kesembuhan di Jakarta adalah 74,8 persen (sebelumnya 74,6 persen) dan tingkat kematian 2,8 persen (sebelumnya 2,9 persen).

Untuk “positivity rate” atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta setelah penambahan Sabtu ini, sebesar 13,1 persen (sebelumnya 13,0 persen), sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 6,7 persen.

WHO menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari lima persen. (Ant)

Lihat juga...