Katulampa Siaga 3, BNPB Minta Warga Tetap Waspada

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam satu acara BNPB beberapa waktu lalu, Foto Ranny Supusepa

JAKARTA — Walaupun Tingkat Muka Air (TMA) di Katulampa sudah turun dari Siaga 1 ke Siaga 3, tapi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tetap meminta warga sekitar bantaran sungai Ciliwung untuk tetap waspada.

Hasil monitoring BMKG menyatakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Jabodetabek dan diperkirakan dapat berlangsung hingga pukul 22.00 WIB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati menyatakan wilayah yang berpotensi terjadi hujan meliputi Tanah Abang di Jakarta Pusat, Kebon Jeruk dan Pal Merah di Jakarta Barat, Setiabudi, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, Kebayoran Lama, Cilandak, Kebayoran Baru, Pancoran, Pesanggrahan di Jakarta Selatan, Kramatjati dan Cipayung di Jakarta Timur.

“Untuk daerah seputar Jakarta meliputi, Ciledug, Pinang, Larangan di Kota Tangerang, Babelan, Sukawangi dan Cibarusah di Kabupaten Bekasi, Bantar Gebang dan Jati Sempurna di Kota Bekasi, Cimanggis di Kota Depok, Curug dan Kelapa Dua di Kabupaten Tangerang, Serpong Utara, Pondok Aren, Ciputat, Ciputat Timur di Kota Tangerang Selatan dan sekitarnya,” kata Raditya melalui pesan tertulis, Senin malam (21/9/2020).

Ia juga menyampaikan potensi cuaca yang sama juga dapat meluas ke wilayah Tambora, Grogol Petamburan, Taman Sari, Cengkareng dan Kembangan di Jakarta Barat, Sawah Besar, Kemayoran, Gambir, Senen, Cempaka Putih, Menteng dan Johar Baru di Jakarta Pusat, Pulogadung, Jatinegara, Matraman, Pasar Rebo, Duren Sawit, Makasar dan Ciracas di Jakarta Timur, Cilincing di Jakarta Utara, Tebet dan Jagakarsa di Jakarta Selatan.

“Daerah lainnya yang juga berpotensi mengalami cuaca yang sama adalah Batuceper, Tangerang, Cibodas, Neglasari, Jatiuwung, Cipondoh, Karawaci, Periuk dan Karang Tengah di Kota Tangerang, Tigaraksa, Cisauk, Pasar Kemis, Cikupa, Panongan, Legok dan Pagedangan di Kabupaten Tangerang, Serpong dan Pamulang di Tangerang Selatan, Tarumajaya di Kabupaten Bekasi, Pondok Gede, Jatiasih dan Pondok Melati di Kota Bekasi dan Cinere di Kota Depok,” ujarnya.

Pada pukul 19.40 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor memperbarui data status Tinggi Muka Air (TMA) Bendung Katulampa menjadi level 3 setelah sebelumnya sempat bertahan di level 1 selama kurang lebih 25 menit.

“Kendati terjadi penurunan level TMA di Bendungan Katulampa, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tetap meminta masyarakat dan pemangku kebijakan di daerah setempat untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Terlebih hasil dari monitoring prakiraan cuaca BMKG menunjukkan bahwa wilayah Jabodetabek masih berpotensi hujan,” tandasnya.

Jika hujan masih berlangsung, diperkirakan akan ada ada sekitar 500 ribu liter per detik air di aliran Sungai Ciliwung menuju Jakarta yang diperkirakan sampai dalam waktu 9 sampai 12 jam ke depan.

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDLOPS-PB) BPBD Kota Bogor menyatakan sudah melakukan peringatan dini yang disebarkan melalui media sosial, seperti Facebook, Twitter, WhatsApp, Instagram dan Website. Dan dilakukan pemberitahuan pada camat dan lurah se-Kota Bogor yang tergabung dalam Grup WhatsApp “BOGOR TANGGUH BENCANA”.

PUSDALOPS-PB juga meminta para masyarakat yang tinggal di pinggiran bantaran aliran Sungai Ciliwung yang berada di 13 Kelurahan wilayah Kota Bogor, yaitu Sindangrasa, Tajur, Katulampa, Sukasari, Baranangsiang, Babakan Pasar, Sempur, Tanah Sereal, Bantarjati, Cibuluh, Kedung Badak, Sukaresmi dan Kedung Halang.

Dalam peninjauan langsung di Bendung Katulampa, Wali Kota Bima Arya mengkonfirmasi adanya penurunan TMA tersebut. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Sempat bertahan cukup lama status Siaga 1, sekarang Alhamdulillah sudah turun lagi. Tetapi mohon agar warga Bogor yang berada di lintasan Sungai Ciliwung, ada 13 kelurahan agar waspada,” kata Bima Arya.

Lihat juga...