KBM di Sikka Mulai Dilaksanakan di Sekolah

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Pemerintah Kabupaten Sikka memberlakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) terutama untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) atau sederajat serta Sekolah Manengah Pertama (SMP) atau sederajat, mulai Selasa (1/9/2020).

KBM di sekolah ini ditandai dengan launching  oleh bupati Sikka di SD Inpres Wairklau, Perumnas Kelurahan Kota Uneng, Maumere, dimulai dengan apel bersama para murid dan guru.

“Hari ini KBM di sekolah dimulai dan pelaksanaannya tergantung kesiapan dari masing-masing sekolah, karena harus ada kesepakatan antara pihak sekolah dengan komite sekolah,” sebut Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Selasa (1/9/2020).

Robi sapaannya mengatakan, KBM di sekolah tergantung kepada kesiapan fasilitas dan kesiapan pelaksanaan KBM itu sendiri di sekolah termasuk mengatur sistem pembelajaran dan fasilitas kesehatan serta kemampuan pengelolaannya.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo yang ditemui saat launching KBM, Selasa (1/9/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Proses belajar mengajar lanjutnya, akan dipantau oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) dan bagi sekolah yang sudah siap maka bisa dilaksanakan dan tidak ada paksaan.

“Orang tua yang belum mau anaknya belajar di sekolah, maka anaknya bisa belajar dari rumah secara daring atau online. Jadi tidak ada paksaan dan tergantung kepada orang tua murid,” terangnya.

Mantan Camat Nelle ini menyebutkan, alasan mendasar KBM dilakukan lagi di sekolah  karena Kabupaten Sikka sudah memasuki zona hijau dan boleh dilaksanakan KBM dengan memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Selain itu katanya, pemerintah mendapatkan masukan dari orang tua murid dan komite sekolah karena tidak semua orang tua mampu  mendidik anaknya di rumah sehingga dilakukan KBM di sekolah.

“Kita lakukan KBM di sekolah tetapi dengan jumlah  murid dibatasi dan dilakukan pembagian shift dan upaya pencegahan,” tuturnya.

Sekolah, kata Robi, juga sebagai tempat edukasi untuk bagaimana melakukan adaptasi di era new normal sebab jika tidak melaksanakan KBM di sekolah maka sama saja tidak berani interaksi dengan protokol kesehatan.

“Kita harus berinteraksi dengan protokol kesehatan di era kenormalan baru. Sampai kapan kita terus bersembunyi di rumah,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Mayela da Cunha menjelaskan, di Kabupaten Sikka terdapat 343 SD dan 90 SMP yang sudah siap melakukan KBM di sekolah.

Yell sapaannya menyebutkan, apabila ada orang tua murid yang masih ragu agar anak-anaknya  belajar di sekolah maka para guru akan mendampingi khusus di rumahnya.

“Untuk KBM di sekolah kita akan perketat dengan penerapan protokol kesehatan dengan wajib pakai masker, cuci tangan pakai sabun dan jaga jarak aman. Para murid dan guru dites suhu tubuhnya sebelum masuk ke sekolah,” tuturnya.

Untuk KBM ini, lanjut Yell, akan diatur antara pihak sekolah dan komite sekolah serta didukung oleh pemerintah kelurahan, desa, kecamatan serta Puskesmas agar semua proses KBM sesuai dengan protokol kesehatan.

Lihat juga...