KBM Tatap Muka Dilakukan jika Angka Covid-19 Turun

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Yuliarsih, warga Tembalang Semarang, mengaku resah dengan adanya edaran dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, terkait implementasi surat keputusan bersama (SKB) 4 Menteri tentang panduan penyelenggara pembelajaran di tengah pandemi.

Terutama, dalam edaran tertanggal 7 September 2020 tersebut, ada permintaan persetujuan orang tua terkait pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka, di masa pandemi.

“Edarannya ditujukan untuk orang tua siswa SMP se-Kota Semarang, namun ternyata juga di-share ke grup orang tua siswa SD. Jadi orang tua diminta terkait persetujuan KBM tatap muka. Terus terang, saya bingung antara setuju dan ragu-ragu,” paparnya, saat ditemui di Semarang, Kamis (10/9/2020).

Edaran berisi permintaan persetujuan orang tua terkait pelaksanaan kegiatan KBM tatap muka, di masa pandemi, membuat resah orang tua siswa. Terlebih Kota Semarang, masih zona merah covid-19, Kamis (10/9/2020). Foto: Arixc Ardana

Kebingungannya, karena dirinya belum yakin siswa SD mampu menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara disiplin. “Sebagai orang tua tentu khawatir, pengawasannya seperti apa kalau di sekolah karena angka covid-19 di Kota Semarang masih tinggi,” terangnya.

Namun, di lain sisi, wanita 39 tahun ini, juga ingin anak bisa masuk sekolah kembali, agar lebih fokus dalam pembelajaran. “Kalau di rumah itu, ada banyak gangguan, seperti mau lihat televisi dulu atau main,” imbuhnya lagi.

Yuli menerangkan, kerisauan ini juga dirasakan oleh hampir semua para orang tua siswa, yang ada di dalam grup sekolah. “Jadi sebenarnya setuju, tapi jangan sekarang dulu. Apalagi disebutkan kalau batas pengumpulan surat persetujuan tersebut paling lambat 18 September 2020 mendatang,” ungkap orang tua murid di SDN Sumorboto Semarang tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Disdik Kota Semarang memastikan pihaknya belum berencana membuka kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka, dalam waktu dekat ini.

“Terkait edaran dan kuisioner yang dikeluarkan Disdik Kota Semarang, baru sebatas pemetaan dan persiapan. Bagaimana respon para orang tua murid, jika KBM tatap muka diberlakukan. Namun bukan berarti akan diterapkan dalam waktu dekat,” tegas Kadisdik Kota Semarang, Gunawan Saptogiri.

Pihaknya juga memastikan penerapan KBM tatap muka, akan dilakukan jika Kota Semarang sudah masuk zona kuning atau hijau, dalam penyebaran covid-19. Sementara, saat ini ibu kota Provinsi Jateng tersebut, masih masuk zona merah.

“Jadi kita harapkan, edaran tersebut tidak menjadi polemik, karena ini baru tahap awal atau pemetaan,” terangnya.

Hal senada juga ditambahkan Sekretaris Disdik Kota Semarang, Hari Waluyo. Pihaknya menjelaskan, sesuai SKB 4 Menteri, syarat KBM tatap muka bisa dilaksanakan apabila berada di zona hijau atau kuning.

“Kemudian ada izin dari kepala daerah, dalam hal ini Wali Kota Semarang. Persyaratan SOP penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah, juga harus dipenuhi terlebih dahulu. Selain itu, sekolah juga harus mendapatkan izin dari orang tua siswa, apabila akan menerapkan kembali pembelajaran tatap muka,” terangnya.

“Jadi kalau persyaratan ini belum terpenuhi KBM tatap muka tentu belum bisa dilakukan. Sedangkan, yang kita berikan atau edaran tersebut sebagai pemetaan. Orang tua siswa boleh setuju, boleh tidak. Nanti hasilnya seperti apa kita rangkum dan menjadi pertimbangan,” pungkasnya.

Lihat juga...