Kebakaran di Gunung Ile Lewotolok Lembata Masih Terjadi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LEWOLEBA – Kebakaran lahan di Gunung Ile Lewotolok, Desa Buga Muda, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Minggu (30/8/2020) sekitar pukul 14.00 WITA hingga kini masih terjadi dan meluas ke beberapa wilayah hutan di gunung tersebut.

Warga pun berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, dan membuat sekat api agar tidak merambat hingga ke perkampungan warga serta membakar rumah-rumah adat yang berada di lereng gunung.

“Api masih menjalar dan meluas hingga ke beberapa wilayah desa tetangga. Masyarakat juga bersiaga di hutan untuk menjaga agar api tidak menjalar ke perkampungan,” sebut Teddi Making, warga Ile Ape, Kabupaten Lembata, NTT, Rabu (9/9/2020).

Teddi menyebutkan, kesulitan warga memadamkan api karena lokasi kebakaran berada di lereng gunung dan tidak ada akses jalan ke lokasi kebakaran kecuali jalan setapak yang dibuat warga.

Hal ini juga kata dia membuat mobilisasi air tidak bisa menjangkau titik api sehingga warga hanya berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya dan tetap berjaga-jaga di sekitar wilayah perkampungan.

“Api sudah menjalar mendekati kampung adat di Lewohala Desa Jontona Kecamatan Ile Ape Timur.Areal semak belukar serta medan yang terjal membuat warga kesulitan melakukan upaya pemadaman,” ujarnya.

Warga Lembata lainnya, Yogi Making menambahkan, kebakaran terus meluas hingga mengancam 101 rumah adat di Jontona karena titik api terpantau dekat wilayah desa ini.

Yogi menyebutkan, puluhan warga berjaga-jaga serta membuat jalur api mengitari kampung adat sebagai upaya untuk mencegah api merambat ke wilayah kampung adat Lewuhala.

“Upaya pemadaman hanya semata-mata dilakukan warga setempat dibawa koordinasi pemerintah desa. Tidak tampak satu pun tim penanggulangan bencana ataupun Tim Polhut Dinas Kehutanan,” sebutnya.

Yogi menambahkan, informasi dari warga Desa Jontona menyebutkan, pada Minggu (6/9/2020) Pemerintah Kabupaten Lembata sempat mengirim bantuan air yang diangkut mobil tangki untuk disiagakan pada bak-bak penampung di kampung adat Lewohala dan kampung adat Lamariang.

Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, mengatakan, api telah menghanguskan 26 rumah adat di Desa Bunga Muda dan hanya 9 rumah adat saja yang bisa diselematkan karena api merambat begitu cepat.

Wakil Bupati Kabupaten Lembata, NTT, Thomas Ola Langoday, saat ditanyai Cendana News, Rabu (9/9/2020). Foto: Ebed de Rosary

Thomas mengaku sudah meminta Kepala Desa Bunga Muda membuat laporan tertulis kepada Pemerintah Kabupaten Lembata terkait dengan kejadian kebakaran awal terutama terkait dengan rumah adat yang terbakar.

“Api memang merambat cepat dan menghanguskan hutan yang memang sangat dibutuhkan. Kebakarannya terjadi di gunung dan tidak ada akses jalan sehingga petugas sulit melakukan pemadaman api termasuk mengerahkan mobil pemadam kebakaran,” sebutnya.

Thomas menambahkan, untuk rumah adat yang terbakar pihaknya akan meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah pusat untuk membantu biaya pembangunan kembali.

Lihat juga...