Kebun Singkong DCML Cilongok Hasilkan 6 Kg per Pohon

Editor: Makmun Hidayat

BANYUMAS — Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Cilongok, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas mempunyai lahan singkong yang dalam dua bulan lagi sudah siap dipanen. Singkong jenis garut ini, satu batang pohon menghasilkan sampai 6 kilogram.

Kepala Unit Produksi Tepung Tapioka, Afrizal mengatakan, ada 600 pohon singkong yang ditanam di bagian depan kawasan dapur komunal Cilongok. Dipilih singkong garut karena buahnya besar dan cocok untuk produksi tepung tapioka.

“Kebun singkong ini memang untuk menyuplai stok bahan baku pembuatan tepung tapioka. Sehingga kita pilih singkong garut yang buahnya besar. Kemarin kita sudah coba mencabut satu pohon, hasilnya cukup bagus, sampai 6 kilogram singkong,” katanya, Rabu (16/9/2020).

Kepala Unit Produksi Tepung Tapioka, Afrizal di Cilongok, Rabu (16/9/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Saat ini usia tanaman singkong sudah masuk bulan ke-9. Untuk bisa dipanen, minimal usia tanaman singkong 11 bulan. Sehingga dua bulan lagi singkong di dapur komunal sudah bisa dipanen. Jika masing-masing pohon menghasilkan 6 kilogram singkong, maka dari 600 pohon, akan diperoleh hasil panen singkong hingga 3.600 kilogram atau 3,6 ton.

Namun, hasil panen tersebut hanya cukup untuk menyuplai kebutuhan bahan baku satu hari saja. Mengingat dalam setiap harinya, rata-rata dapur komunal ini mengolah 3 ton singkong untuk kebutuhan produksi tepung tapioka.

Lebih lanjut Afrizal menjelaskan, singkong yang bagus untuk bahan baku pembuatan tepung tapioka yaitu untuk ukuran dipilih singkong yang besar, kondisi kulit singkong bagus dan jika bagian singkong digigit akan mengeluarkan air dan rasanya tidak pahit. Dengan spesifikasi tersebut, maka akan dihasilkan tepung tapioka yang berkualitas bagus pula.

“Bulan Agustus kemarin, kita produksi 15 ton tepung tapioka untuk memenuhi pemesanan dari salah satu perusahaan di Semarang dan hasilnya cukup bagus. Bahan bakunya singkongnya kita beli dari para petani di sekitar sini, namun kita sortir singkong yang kualitasnya bagus,” tuturnya.

Pabrik pengolahan tepung tapioka ini mempekerjakan 4 orang pemuda Cilongok. Ada yang ditempatkan pada bagian pengupasan singkong, pengayakan dan pengeringan. Peralatan yang digunakan sudah menggunakan mesin semua, sehingga mempercepat produksi.

Untuk pengupasan misalnya, sudah menggunakan mesin. Setelah dikupas, singkong dimasukan dalam mesin penggilingan dan keluar sudah dalam bentuk butiran. Butiran singkong langsung masuk ke dalam bak-bal penampungan untuk diendapkan. Setelah itu baru rendemen yang dihasilkan dikeringkan dan dijemur.

Salah satu pekerja di pabrik tepung tapioka, Adit mengatakan, sepanjang mesin lancar dan tidak ngadat, proses pembuatan tepung tapioka berjalan cepat, karena semua sudah menggunakan mesin.

“Misalnya untuk mesin pengupasan, kita hanya memasukan singkong saja, kemudian mesin yang mencuci sekaligus mengupas. Selanjutnya, kita pindahkan singkong yang sudah dikupas ke mesin penggilingan, begitu seterusnya sampai dengan penjemuran,” jelasnya.

Lihat juga...