Kejaksaan Purwokerto Eksekusi DPO Penipuan 1 Milliar

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURWOKERTO — Dalam satu minggu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto dua kali mengeksekusi terpidana Mahkamah Agung (MA) yang menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang). Kali ini DPO yang dieksekusi sudah menjadi buron selama 8 tahun lebih untuk kasus penipuan dan berhasil dieksekusi saat sedang berada di Cilacap.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwokerto, Sunarwan mengatakan, DPO yang diamankan adalah PA (43) warga Kabupaten Banyumas yang sudah menjadi DPO sejak bulan April 2012. Ia selalu berpindah-pindah sehingga selama 8 tahun lebih belum terlacak.

“Kita sudah melakukan maping keberadaan terpidana sejak hari Sabtu lalu dan eksekusi dilakukan hari ini, tepatnya di Desa Brali, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap,” terangnya, Rabu (23/9/2020).

Terpidana merupakan DPO kasus penipuan senilai hampir 1 miliar. Ia merupakan pemilik dua toko emas yang berada di Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas dan Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap. PA tidak membayarkan emas-emas yang sudah laku dijualnya kepada tiga orang pemasok emas dan total kerugian hampir 1 miliar.

“Ini merupakan kasus kedua, sebelumnya terpidana sudah menjalani hukuman selama 2 tahun untuk kasus yang sama. Ia bebas tahun 2011 dan pada saat itu sudah tersangkut dengan kasus kedua ini. Namun karena putusan belum inkrah, maka tidak bisa langsung ditahan. Putusan inkrah bulan April 2012 dan yang bersangkutan langsung melarikan diri, sehingga ditetapkan sebagai DPO,” kata Kajari.

Untuk kasus kedua ini, PA divonis 1 tahun 6 bulan oleh MA. Sebelum diserahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Banyumas, PA akan menjalani prosedur Covid-19 terlebih dahulu yaitu swab test.

Sebelumnya, Kejari Purwokerto juga mengeksekusi MZ (42), warga Banyumas yang merupakan terpidana kasus penipuan di Polda Jateng dan sudah masuk DPO selama 16 bulan.

Sunarwan yang baru beberapa bulan menjabat sebagai Kajari Purwokerto ini mengatakan, penangkapan DPO karena pihaknya selalu rutin berkoordinasi dengan semua pihak terkait. Mulai dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Semarang, tim Adhyaksa Monitoring Center (AMC) Kejaksaan Agung dan pihak-pihak terkait lainnya, seperti Polresta Banyumas. Ia mengaku tidak ada penambahan jumlah personil khusus untuk melacak keberadaan DPO.

“Tidak ada tambahan personil, kita hanya maksimalkan koordinasi dengan semua pihak dan yang selalu saya tanamkan, tim harus mempunyai kemauan dan tekad yang kuat untuk bekerja maksimal. Tidak ada target juga, tetapi semua pekerjaan rumah kita targetnya adalah dikerjakan dengan maksimal dan tuntas,” tuturnya.

Sunarwan mengaku masih ada beberapa DPO yang menjadi pekerjaan rumah bagi Kejari Purwokerto.

Kasi Pidum Kejari Purwokerto, Guntoro mengatakan, dalam penangkapan DPO di Cilacap tadi siang, Kajari turun langsung ke lapangan dan memimpin langsung proses eksekusi.

“Tidak ada perlawanan dari terpidana dan langsung kita bawa ke Kejari Purwokerto. Setelah pemberkasan selesai, akan kita kirim ke LP Banyumas,” katanya.

Lihat juga...