Kejari Semarang Musnahkan Ribuan Barang Bukti Pidana

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Ribuan barang bukti dari 263 perkara pidana umum (pidum) yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkrah), dimusnahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang. Barbuk tersebut di antaranya narkotika jenis sabu-sabu 1001,08 gram dan 247 paket ganja seberat 737,719 gram, heroin 89,737 gram, pil ekstasi 463 butir.

Selain itu, ada juga psikotropika 25 butir, trihexyphenidyl 2.740 butir, pil logo Y 2.394 butir, pil warna kuning 126 butir, camlet 14 butir, obat tanpa izin edar 33 dus 154 botol, obat tradisional tanpa izin edar 62 pcs dan telepon genggam tidak resmi sebanyak 203 buah.

“Hari ini (Rabu-red), kita lakukan eksekusi pemusnahan ribuan barang bukti dari 263 perkara yang sudah inkrah. Hal ini sebagaimana putusan dari pengadilan, bahwa barang bukti dirampas untuk dimusnahkan,” kata Kajari Kota Semarang, Sumurung P Simaremare, di sela pemusnahan barbuk di Kantor Kejari Kota Semarang, Rabu (30/9/2020).

Ditambahkan, pemusnahan tersebut selain sudah ada keputusan dari pengadilan, juga untuk mengurangi jumlah tunggakan barang bukti yang tersimpan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan). Berbagai barbuk tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar, dihancurkan dengan cara dilindas menggunakan alat berat dan diblender.

Sumurung juga menandaskan, meski barbuk yang dimusnahkan memiliki nilai ekonomis, namun karena hasil tindak kejahatan sehingga tetap dihancurkan.

“Saya juga mengingatkan kepada seluruh jaksa yang menangani perkara, untuk segera menyelesaikan perkara dan tunggakan barang bukti,” tegasnya.

Kepala Seksi Pengamanan dan Pengelolaan Rupbasan, Triyana, menambahkan hingga saat ini masih ada barang bukti yang tersimpan di Rupbasan Kelas I Semarang.

“Kita masih menyimpan barang bukti dari 540 perkara yang belum berkekuatan hukum tetap. Angka tersebut terdiri dari 493 perkara masih penuntutan, tujuh perkara masih penyidikan, dan 39 perkara dalam proses pengadilan,” jelasnya.

Dijelaskan, jika sudah tidak ada upaya hukum dan inkrah, pihaknya pun akan berkoordinasi dengan kejaksaan agar barbuk yang ada bisa segera dieksekusi.

“Rupbasan memiliki tugas pokok untuk melaksanakan penyimpanan dan pemeliharaan barang sitaan (basan) dan barang rampasan (baran). Selain itu, kita juga memiliki fungsi dalam melaksanakan pengadministrasian, pemeliharaan dan pemutasian basan atau barang, serta melakukan pengamanan dan pengelolaan Rupbasan,” tandas Triyana.

Lihat juga...