Kembalikan Fungsi Kali Cakung, KPK dan Tim Katak Turun ke Jatisampurna

Editor: Mahadeva

BEKASI – Komunitas Peduli Kali (KPK), bersama tim Katak dari UPTD Pematusan, turun melakukan penyusuran Kali Cakung, untuk memulai proses pengembalian Kali Cakung. Kegiatan dimulai dari titik nol di RW 03, Kelurahan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan tersebut sebagai titik awal kepedulian menjaga kali, secara bersinergi, antara pemerintah dan masyarakat.

Semua berupaya membangun kesadaran bersama, untuk menjaga pentingnya kebersihan sungai. “Ini juga bentuk antisipasi menyambut musim hujan, agar tidak terjadi banjir seperti di awal 2020 lalu. Melalui aksi ini, mencoba mengunggah masyarakat,” ujar Iqrok AZ,  Ketua KPK kepada Cendana News, Minggu (6/9/2020).

Menurutnya, saat ini hampir semua kali di Bekasi harus mendapat perhatian, terutama keberadaan garis sepadan sungai, yang disebutnya mulai punah. Iqro memperkirakan, sisa sepadan kali saat ini hanya sekira 20 persen. Melalui kegiatan bersih Kali Cakung, dengan menyusuri dari titik nol, KPK mencoba menggugah masyarakat.

Ketua KPK, penggerak bersih Kali Cakung dan susur Kali, untuk mengembalikan fungsi Kali Cakung – foto M Amin

Memberi kepedulian, agar mengembalikan fungsi seperti sedia kala, yaitu sungai untuk kemaslahatan lingkungan. “Kami dibantu tim UPTD Pematusan DBMSDA dan Tim Katak LH. Giat ini koordinasi dengan 13 RW di tiga Kecamatan dan lima Kelurahan yang berada di area Kali Cakung,” tukasnya.

Kali Cakung disebutnya sebagai kali alam, yang memiliki sejarah sejak zaman era Taruma Negara. Oleh karenanya, ke depan diharapkan tidak ada lagi warga yang membuang sampah ke kali. Dan pemerintah bisa melestarikan Kali Cakung yang bersambung hingga ke laut.

Suwarso, Ketua RW 03 Kelurahan Jatisampurna mengatakan, Kali Cakung belum berfungsi sebagaimana mestinya. Bahkan ada titik yang terpotong, dan ada bagian sungai yang hilang. Hal itu menjadikan aliran terputus oleh pengembang. “Ada satu titik yang terputus dan berdiri bangunan. Saya bisa tunjukkan lokasinya, kita sudah berjuang selama lima tahun dan baru ini bisa mendapat respon untuk perbaikan normalisasi Kali Cakung,” ujar Warso.

Melalui kegiatan bersih Kali Cakung, dengan menyusuri sungai dari titik nol ke Kali Bagol, bisa menjadi awal mengetahui titik sumbatan Kali Cakung. Sehingga bisa dikembalikan fungsinya, sebagaimana mestinya. “Kami sebenarnya sudah membuat laporan resmi, terkait beberapa titik Kali Cakung yang terputus ataupun hilang. Kita sudah mendorong tapi belum ada respon. Harapannya melalui aksi nyata ini, bisa memberikan dampak positif,” tukasnya.

Lihat juga...