Kemenag Libatkan Disabilitas Tingkatkan Mutu Madrasah

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) akan melibatkan kelompok disabilitas dalam proyek ‘Realizing Education’s Promise – Madrasah Education Quality Reform’ (REP-MEQR). Sebuah proyek kerja sama antara Kemenag dan Bank Dunia (World Bank) dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan madrasah di Tanah Air.

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani, mengungkapkan pelibatan kelompok disabilitas merupakan komitmen Kemenag dalam mewujudkan lingkungan kerja yang inklusif.

Dhani, sapaan akrabnya, menyakini setiap individu harus memiliki peluang yang sama untuk berkontribusi membangun bangsa, tak kecuali kelompok disabilitas.

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani, saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Senin (28/9/2020). –Foto: Humas Kemenag

“Teman-teman disabilitas perlu kesempatan untuk bisa berdaya. Lingkungan kerja yang inklusif bisa menjadi sarana mengubah lingkungan kerja menjadi lebih baik, karena melatih toleransi serta belajar saling memahami dan menghargai,” ujarnya, dalam jumpa pers virtual, Senin (28/9/2020).

Mereka (kelompok disabilitas), nantinya akan berperan sebagai ‘Live Agent Customer Service’ yang menjawab pertanyaan dan melayani konsultasi warga madrasah dan masyarakat umum, terkait pelaksanaan proyek REP-MEQR melalui fitur yang terdapat di portal https://madrasahreform.kemenag.go.id dan https://mrc.kemenag.go.id.

“Kami dalam hal ini bekerja sama dengan Thisable Enterprise, untuk merekrut teman disabilitas menjadi garda layanan Madrasah Digital Care,” tandasnya.

Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki kekurangan dan kelebihan sebagaimana manusia lainnya. Mereka merupakan aset bangsa yang dapat berkembang sesuai talentanya.

Ramdhani menyebut, teman disabilitas dalam konteks ini bukan saja mereka yang menjadi staf pendukung proyek, tapi juga warga madrasah yang terdiri dari guru, tenaga kependidikan, dan siswa madrasah.

“Sekali lagi, kita ingin bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah dan terbuka buat teman-teman disabilitas itu, agar hak dan kesempatan mereka untuk berkontribusi bagi pendidikan dapat terpenuhi,” tukasnya.

Di samping itu, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Ahmad Umar, menambahkan, alasan Kemenag menggandeng Thisable Enterprise karena faktor pengalaman.

Kata Umar, lembaga itu merupakan wirausaha sosial yang berdiri sejak 2011 dengan misi memberdayakan disabilitas Indonesia secara ekonomi di dunia kerja.

“Kami sepakat untuk bersinergi dan Thisable Enterprise siap memasok tenaga kerja yang dibutuhkan dalam menyokong kegiatan Kementerian Agama, terutama di bidang pendidikan,” tutur Umar.

Selain itu, Umar juga menyebut, Thisable Enterprise sangat antusias menyambut kerja sama tersebut. Dan, mereka telah menyatakan kesiapannya mendukung dan terlibat aktif dalam proyek REP-MEQR ini.

“Kita berharap, komitmen dan kerja sama ini dapat menciptakan lebih banyak disabilitas unggul dan dapat berkarya bersama di Kemenag, untuk mewujudkan Indonesia yang lebih inklusif,” katanya.

Untuk informasi tambahan, bahwa Fitur Layanan Virtual Madrasah Digital Care dapat diakses melalui laman https://madrasahreform.kemenag.go.id dan https://mrc.kemenag.go.id, mulai 1 Oktober 2020.

Sebelum dilayani oleh para Live Agent, masyarakat akan terlebih dahulu terhubung dengan Chatbot yang dilengkapi Artificial Intelligence, yang mampu menjawab pertanyaan dalam waktu kurang dari 3 detik.

Lihat juga...