Kemenparekraf Jadikan ‘Sport Tourism’ Pendongkrak Ekonomi Pasca-Pandemi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Mempersiapkan kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk masa setelah pandemi, dapat dilakukan melalui pengembangan wisata olahraga atau sport tourism. Karena Indonesia memilik potensi besar dalam bidang sport tourism dan berpotensi untuk pemicu multiplier effect pada perekonomian.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, mengatakan potensi wisata olahraga di Indonesia sangat besar sehingga diyakini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan baik nusantara maupun mancanegara.

Salah satu cabang Sport Tourism yang didorong oleh pemerintah sebagai upaya percepatan perbaikan ekonomi pasca-pandemi. Foto: Ranny Supusepa

“Ajang olahraga internasional bisa menjadi daya tarik pariwisata Indonesia. Seperti Asian Games, Tour de Banyuwangi Ijen, Ironman Bintan, Jogja International Heritage Walk, Borobudur Marathon dan banyak lainnya,” kata Wishnutama, Jumat (11/9/2020).

Ia menyatakan pemerintah saat ini sedang mempersiapkan penyelenggaraan MotoGP 2021 yang akan berlangsung di sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Situs resmi MotoGP belum lama ini telah memasukkan daftar bahwa GP Indonesia akan digelar pada seri ke-15 setelah seri Malaysia dan Thailand,” ujarnya.

Sehingga, Wishnutama mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk mempersiapkan diri dalam mendukung pengembangan sport tourism ini.

“Terutama dalam menjalankan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Security) yang akan menjadi kebutuhan wisatawan dalam era adaptasi kebiasaan baru,” ujarnya lagi.

Belum lama ini, Kemenparekraf juga menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Perindustrian untuk mengembangkan potensi wisata olahraga dan menciptakan sport event agar dapat menarik kunjungan wisatawan untuk datang ke destinasi wisata di Indonesia.

“Situasi pandemi ini harus dihadapi dengan strategi yang komprehensif, terarah, dan kolaboratif,” tandasnya.

Kondisi pandemi COVID 19 memang menimbulkan peniadaan dan penjadwalan ulang pada berbagai kompetisi olahraga baik pada skala nasional maupun internasional.

“Ini akan menjadi peluang bagi Indonesia untuk melakukan penataan ulang ekosistem olahraga di Indonesia secara besar-besaran,” kata Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Sport tourism, lanjutnya, telah menjadi tren pariwisata baru yang pasarnya sangat luas, terlebih Indonesia mempunyai banyak tempat indah untuk pengembangan sport tourism, mulai dari gunung, laut dan danau yang selain alamnya indah, juga kaya akan seni dan budaya dan bisa dimanfaatkan untuk berbagai acara olahraga seperti terbang layang, menyelam, bersepeda, atletik, dan olahraga rekreatif lainnya

Peluang pengembangan sport tourism semakin besar pascapandemi nanti. Dimana, masyarakat akan lebih memilih berolahraga di tempat terbuka, di alam bebas. Peluang ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk Indonesia yang alamnya indah,” kata Presiden.

Lihat juga...