Kerajinan Tangan ini Tetap Eksis di Tengah Pandemi Covid-19

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Kondisi pandemi Covid-19 tak membuat Juli Selastuti harus kehabisan ide untuk tetap kreatif. Kondisi kantornya yang harus masuk kerja seminggu sekali, akhirnya membuatnya lebih fokus menekuni usaha kerajinan tangan secara rumahan yang telah dijalani sejak 2014 lalu.

Berbagai model kerajian tangan atau handycraft dengan beragam bentuk dan teknik terus dikreasikan sehingga menghasilkan karya bernilai ekonomis. Bahkan di tengah pandemi, Juli justru banyak orderan masker dengan aneka motif yang terkesan etnik.

“Alhamdulillah, orderan tetap ada meskipun di tengah pandemi terutama kebanjiran order masker. Tapi, masker etnik fashionable dengan aneka motif sebagai ciri tersendiri,” ungkap Juli kepada Cendana News, Selasa (22/9/2020).

Juli Selastuti, ibu rumah tangga yang menekuni handycraft mengaku tetap eksis di tengah pandemi Covid-19, Selasa (22/9/2020) – Foto: Muhammad Amin

Juli selama ini fokus mengkreasikan berbagai model dari beragam bahan yang didatangkan secara khusus dari berbagai daerah. Kain khusus karya tangannya dipadu dengan kulit sintetis untuk dijadikan tas, suvenir dan lainnya yang diproduksi sendiri di rumahnya.

Namun saat ini, dia mengaku, orderan banyak didominasi masker, bahkan sampai sekarang tidak berhenti. Ia pun mengaku terus mencari kreasi masker dengan berbagai model dengan mengutamakan kenyamanan.

“Pesanan masker dari awal pandemi, sampai sekarang terus berjalan. Bahkan ada salah satu maskapai penerbangan telah memesan khusus. Jadi setiap dua minggu sekali saya sudah membuat stok khusus untuk masker maskapai,” ujarnya.

Handycraft merupakan kreasi tangan yang memerlukan kreativitas tinggi, tandasnya. Usaha ini memiliki pasar tersendiri, terutama kalangan pecinta seni kreatif. Oleh karenanya, pelaku handycraft  juga dituntut terus berkreasi untuk menemukan ide baru dalam menciptakan produk.

“Saya paling tidak suka jika diminta kloning suatu produk seperti tas tertentu. Crafter adalah seni, jadi biarkan berkreasi dengan caranya. Terpenting pemesan bisa menggambarkan motif yang diinginkan,” paparnya.

Selain orderan masker, Juli juga mengaku terus berdatangan permintaan suvenir untuk perkantoran tertentu yang meminta dibuat khusus. Saat ini, dia pun mulai membuat model baju anak dilengkapi tas.

Tapi untuk baju, dia mengaku, masih membatasi dalam sebulan tiga produk. Hal tersebut tidak lain karena keterbatasan tenaga kerja.

“Dulu saya dibantu satu orang, tapi karena pandemi Covid-19, ia pun ingin membuka usaha sendiri. Tentunya ada kemajuan, tidak masalah karena handycraft ini bernuansa etnik dan tidak ada matinya,” jelas Juli.

Bagi Juli,  menekuni handycraft harus disertai dengan pelatihan dan perkumpulan untuk menambah percaya diri.  Saat ini dia mengkreasikan aneka handycraft di Kompleks Kodam Jaya Jatiwarna, Pondok Melati, Jalan Bougenvil No. 40, Bekasi, Jawa Barat.

Lihat juga...