Kerang Rebus Sambal Jeruk, Hidangan Boga Bahari Kaya Protein

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Menu alternatif olahan hasil laut kerap jadi pilihan menikmati akhir pekan. Kerang darah jadi salah satu bahan olahan boga bahari atau sea food yang digemari.

Stevani, warga Kelurahan Bumi Waras, Teluk Betung, Bandar Lampung memilih menu kerang rebus sebagai variasi untuk hidangan akhir pekan. Disajikan dengan kombinasi sayuran menjadikan hidangan pilihan menyehatkan.

Stevani, warga Kelurahan Bumi Waras, Teluk Betung, Bandar Lampung memasak kerang darah dengan proses perebusan selama setengah jam, Sabtu (26/9/2020) – Foto: Henk Widi

Pilihan kerang darah atau anadora granosa sebutnya, karena mudah proses pengolahannya. Kerang dengan ciri memiliki cangkang dengan garis-garis. Alternatif memasak kerang darah sebut Stevani dilakukan karena memiliki kekhasan menghasilkan hemoglobin ditandai cairan merah. Karenanya kerang tersebut lebih dikenal dengan kerang darah.

Stevani memilih kerang jenis tersebut untuk menambah asupan protein dan vitamin. Memiliki kandungan hemoglobin sekaligus menjadi protein kaya zat besi dalam sel darah merah. Proses mengolah kerang darah sebutnya cukup praktis karena bisa dikonsumsi hanya dengan cara direbus. Ditambah sejumlah bumbu rempah kerang darah bisa disajikan dengan cocolan sambal jeruk.

“Variasi olahan kerang darah cukup beragam sesuai selera bisa disate, bumbu gulai. Tapi saya suka lebih praktis cukup direbus lalu dibuatkan sambal cocol jeruk sehingga lebih menyegarkan saat disantap,” terang Stevani saat ditemui Cendana News, Sabtu (26/9/2020).

Mendapatkan kerang darah sebut Stevani cukup mudah. Sebab jenis kerang tersebut selalu dijual dalam kondisi segar. Meski proses pengolahan hanya dengan cara direbus ia menyebut menggunakan sejumlah bumbu rempah. Bumbu yang digunakan meliputi daun salam, jahe. Bumbu yang telah dimemarkan tersebut akan direbus bersama kerang darah.

Kerang darah yang dibeli seharga Rp15.000 per kilogram akan dibersihkan terlebih dahulu. Kerang yang masih hidup tersebut akan disikat hingga bersih pada air mengalir. Penjual kerang darah atau kerang bulu kerap sudah menyiapkannya dalam rendaman air. Cara tersebut bertujuan membersihkan endapan lumpur yang kerap terbawa pada cangkang.

“Warna awal kerap putih cenderung coklat namun usai disikat warnanya akan berubah putih bersih,” ujarnya.

Selanjutnya kerang darah akan direbus dengan panci yang telah diberi daun salam, jahe dan garam. Butuh waktu belasan menit proses perebusan cangkang yang terbuka jadi tanda kerang sudah matang.

Setelah matang kerang akan ditiriskan dengan saringan agar air yang berada di dalam cangkang kering. Meski telah direbus sebagian cangkang tetap akan tertutup yang akan dibuka saat menyantapnya.

Sembari meniriskan kerang yang telah direbus, Stevani menyiapkan sambal cocolan. Bahan sambal cocolan yang digunakan merupakan campuran cabai merah, bawang putih, kecap manis, garam, perasan jeruk nipis. Tambahan perasan jeruk nipis yang dominan menjadikan aroma sambal akan lebih terasa. Sambal cocolan sekaligus meminimalisir rasa dan aroma amis daging kerang.

“Kerang darah yang direbus tanpa bumbu juga sudah nikmat meski hanya ditetesi perasan jeruk nipis, lebih segar,” tegasnya.

Kaya akan kandungan lemak, protein, karbohidrat, vitamin A, vitamin B1 dan hemoglobin sebutnya menjadi pilihan mengonsumsi kerang darah. Setelah direbus ia kerap menambah variasi kerang darah rebus dengan sayuran. Tambahan sayuran berupa brokoli, sawi, pare yang ditumis menjadi tambahan kenikmatan menyantap kerang rebus dan menyehatkan.

Hidangan kerang darah rebus akan lebih nikmat disantap dengan nasi hangat. Meski demikian Stevani kerap menyantap kerang darah rebus cocolan sambal jeruk tanpa nasi.

Menyantap daging kerang rebus hangat dengan cocolan sambal jeruk dan sayuran sudah cukup mengenyangkannya. Asupan gizi dan protein yang kaya cocol untuk penambah stamina tubuh kala pandemi Covid-19 dan musim pancaroba.

Christeva sang putri menyukai kerang darah yang gurih dengan saos tomat. Kerang darah yang kerap disajikan pada sejumlah restoran sea food sebutnya cukup nikmat. Usai menyantapnya dengan nasi ia memilih mencocolnya dengan sambal tanpa nasi. Rasa kecut sambal jeruk berpadu dengan gurihnya daging kerang bulu menjadikan lidahnya cukup berselera untuk makan.

Christeva, menikmati menu kerang darah rebus untuk menemani makan nasi, Sabtu (26/9/2020) – Foto: Henk Widi

“Makannya digaduh atau tanpa nasi lebih lezat sembari menyantap sayuran brokoli yang ditumis,” cetusnya.

Nuraini, pedagang di pasar Gudang Lelang menyebut, kerang darah diperoleh dari nelayan budidaya. Kerang tersebut menurutnya sebagian mulai dikembangkan pada perairan Lampung Selatan.

Kerang berwarna putih itu selalu dijual dalam kondisi segar. Sebab usai dipanen kerang akan ditempatkan pada ember berisi air. Pembeli bisa mendapatkan kerang darah dengan harga Rp15.000 per kilogram.

Lihat juga...