KBM Tatap Muka di Sekolah Lamsel, Ditunda

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Sejumlah sekolah di Lampung Selatan (Lamsel) menunda kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka, mengikuti instruksi bupati terkait perpanjangan masa belajar di rumah hingga akhir September 2020.

Drs. Cik Ujang, Kepala SMPN 1 Penengahan menyebut pihaknya telah meminta persetujuan dari orangtua. Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan kepala Dinas Pendidikan Lamsel dan unsur terkait KBM menerapkan pelajaran dalam jaringan (daring). Hasil Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Koordinator Pengawas pendidikan wilayah Lamsel belum diperkenankan melakukan KBM tatap muka.

Pihak sekolah disebutnya telah memberlakukan standar kenormalan baru atau new normal di sekolah. Standar tersebut diberlakukan pada tahun ajaran baru 2020/2021 yang telah berlangsung sejak Juli silam. Persetujuan orangtua untuk melakukan KBM tatap muka sedianya akan dilakukan sejak awal September namun ditunda hingga akhir bulan.

“Melalui grup kelas setiap wali kelas telah mengirimkan surat edaran persetujuan orangtua untuk melakukan KBM tatap muka, namun instruksi dari kabupaten tetap dipatuhi, persetujuan orangtua tetap disimpan sekolah,” terang Cik Ujang saat ditemui, Kamis (3/9/2020).

Pelibatan persetujuan orangtua wali murid untuk KBM tatap muka diakuinya menerapkan protokol kesehatan. Sejumlah poin persetujuan orangtua yang akan diterapkan bagi siswa selama KBM. Pertama, siswa wajib memakai masker dan pelindung wajah (face shield). Menjaga jarak, membawa cairan hand sanitizer, siap dicek suhu badan setiap masuk sekolah. Siswa diminta langsung pulang usai sekolah.

Drs. Cik Ujang, Kepala SMPN 1 Penengahan, Lampung Selatan saat ditemui, Kamis (3/9/2020). -Foto Henk Widi

Komunikasi sekolah dengan orangtua, wali murid dan siswa selama Covid-19 menggunakan aplikasi WhatsApp. Sistem belajar daring memanfaatkan aplikasi tetap dilakukan pada semester ganjil. Setiap guru bidang studi akan memberikan materi pelajaran dan tugas secara online. Selanjutnya sejumlah tugas akan dikumpulkan ke setiap ketua kelas.

“Hanya ketua kelas yang datang ke sekolah untuk mengumpulkan tugas dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” terang Cik Ujang.

Terkait bantuan  kuota internet untuk siswa, pihak sekolah telah mendaftarkan nomor siswa. Seluruh data nomor siswa sesuai dengan data pokok pendidikan (dapodik) sekolah. Melalui bantuan kuota internet bagi siswa diharapkan para siswa bisa melakukan sistem belajar daring. Sistem belajar daring tetap akan dilakukan hingga ada instruksi KBM tatap muka diperbolehkan.

Topan Hariyono, Kepala SDN 1 Pasuruan menyebut sejak tahun ajaran baru 2020/2021 siswa belum masuk sekolah. Sistem belajar daring diterapkan oleh sekolah dengan memanfaatkan gawai yang dilakukan setiap guru kelas. Setiap guru kelas menurutnya secara aktif melakukan pemberian materi hingga tugas. Meski ada di zona hijau sekolah menurutnya tetap mengikuti instruksi dari Dinas Pendidikan Lamsel.

“Meski siswa belum diperkenankan untuk sekolah, namun para guru tetap datang ke sekolah untuk memberi sistem pelajaran jarak jauh,” bebernya.

Terkait kendala sejumlah orangtua yang tidak memiliki telepon seluler, Topan Hariyono menyebut telah mendatanya. Kerja sama dengan orangtua wali murid yang memiliki telepon seluler dan kuota dilakukan untuk sejumlah tugas sekolah. Pemberian tugas akan dilakukan melalui aplikasi WhatsApp selanjutnya tugas yang dikerjakan dengan kertas dikumpulkan ke wali kelas.

Sistem belajar bersama imbas tidak memiliki fasilitas gawai diakui oleh Fira. Salah satu siswa kelas 5 di SDN 1 Pasuruan itu mengaku membantu salah satu temannya yang tidak memiliki kuota internet. Ia mendatangi salah satu rumah rekan sekelasnya untuk memberikan materi pelajaran yang akan dikerjakan secara kelompok. Selain mengerjakan tugas dari wali kelas siswa juga dianjurkan belajar dari TVRI sesuai jadwal yang ditentukan.

Fira menyebut meski belajar jarak jauh dari rumah ia dan sebagian siswa tetap ke sekolah saat mengumpulkan tugas. Usai mengumpulkan tugas dengan datang memakai sepeda ia dan rekan rekannya langsung pulang. Sesuai informasi kegiatan belajar daring masih akan berlangsung hingga 31 September 2020 mendatang.

Antoro, salah satu orangtua siswa menyebut telah menyetujui kegiatan belajar tatap muka. Ia beralasan wilayah Lamsel terutama di Kecamatan Penengahan merupakan zona hijau. Suray edaran elektronik yang diedarkan memiliki sejumlah syarat bagi siswa menerapkan protokol kesehatan saat KBM tatap muka diberlakukan. Kegiatan belajar daring kerap terkendala kuota sehingga ia menyetujui KBM tatap muka.

Lihat juga...