KNEKS Dorong Peningkatan Pembiayaan UMKM Industri Halal

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Direktur Eksekutif KNEKS, Ventje Rahardjo, pada webinar bertajuk 'UMKM Industri Halal' di Jakarta, Senin (28/9/2020). Foto: Sri Sugiarti

JAKARTA — Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) mendorong lembaga keuangan syariah untuk memberikan pembiayaan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam upaya pengembangan industri halal di tengah pandemi Covid-19.

Direktur Eksekutif KNEKS, Ventje Rahardjo mengatakan, kontribus UMKM dalam perekonomian Indonesia sebesar 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan berkonstribusi sebanyak 97 persen terhadap penciptaan lapangan pekerjaan.

“Ini menunjukkan peningkatan skala bisnis UMKM memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Ventje pada webinar bertajuk ‘UMKM Industri Halal’ di Jakarta, Senin (28/9/2020).

Namun demikian kata dia, di tengah melandanya wabah pandemi Covid-19, sebanyak 72,6 persen pelaku UMKM terdampak yang menjadikan pertumbuhannya melambat.

Kondisi tersebut menyeret keberlangsungan dan keberlanjutan UMKM dalam tatanan perekonomian secara nasional.

“Sebanyak 72,6 persen UMKM terdampak Covid-19. Permasalahan yang mereka hadapi salah satunya adalah pembiayaan atau permodalan,” ujarnya.

Data survai Pricewaterhouse Coopers (PwC) mencatat sebanyak 74 persen pelaku UMKM di Indonesia belum mendapatkan akses pembiayaan. Sehingga kondisi ini mengakibatkan mereka tidak dapat menaikkan jumlah produksinya dalam pengembangan bisnisnya.

“Kami fokus pada pembiayaan UMKM dalam rangka meningkatkan ekosistem pengembangan industri halal di Indonesia,” ucap Ventje.

Dia mengajak semua pihak untuk membantu upaya pemerintah dalam
memperkuat dan meningkatkan peran UMKM terhadap perekonomian nasional.

“Kami harapkan lembaga keuangan syariah, seperti bank dan pembiayaan mikro bisa mendorong peningkatan UMKM industri halal, dalam hal akses pembiayaan,” urainya.

Apalagi kata dia, penduduk Indonesia mayoritas muslim, tentunya pengembangan UMKM industri halal menjadi sangat besar potensinya bagi masyarakat Indonesia.

Menurutnya, menjadi sangat penting lembaga keuangan syariah untuk meningkatkan konstribusi usaha dalam perekonomian Indonesia.

“Target kita menjadikan Indonesia sebagai global hup daripada industri halal dunia. Maka itu perlu dukungan maksimal, salah satunya pembiayaan,” ujarnya.

Dia menegaskan, bahwa pengembangan UMKM industri halal ini bisa dilakukan melalui dukungan untuk menemukan solusi pembiayaan dan pendanaan syariah.

Misalnya sebut Ventje, tentang target market dari masing-masing alternatif pembiayaan syariah, persyaratan, prosedur pengajuan, hingga pencairan dana yang disalurkan untuk pelaku UMKM industri halal.

Selain itu terpenting lainnya, yakni metode penghitungan, pengembalian, dan pembinaannya selama periode pembiayaan tersebut.

“Dalam pengembangannya itu semua perlu terus didampingi dengan langkah-langkah yang tepat, tujuannya agar UMKM industri halal kita bisa naik kelas, hingga Indonesia jadi pusat halal dunia,” pungkasnya.

Lihat juga...