Komite PC-PEN: Fasilitas Kesehatan Penanganan Covid-19 di Indonesia Masih Ideal

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), Airlangga Hartarto menyatakan, bahwa fasilitas kesehatan di seluruh Rumah Sakit rujukan pada 8 provinsi prioritas hingga kini masih memadai, dan masih ideal menurut standar yang ditetapkan World Health Organization (WHO).

“Ini tercermin dari keterisian tempat tidur ICU (khusus Covid-19) rata-rata 46,11 persen bad occupancy rate, dan kemudian 47,88 di ruang isolasi. Khusus Jakarta dan Bali untuk ICU dan isolasinya di atas 50 persen. Sekali lagi ini masih memadai, sebab menurut WHO bad occupancy rasio yang ideal antara 60 sampai 85 persen,” ujar Airlangga dalam jumpa pers, Jumat (11/9/2020) di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta.

Adapaun situasi penyebaran Covid-19 secara nasional, angka recovery rate mencapai 71,2 persen dan fatality rate 4,1 persen dari total 211.000 kasus terkonfirmasi.

Airlangga menegaskan, bahwa pemerintah akan terus mendorong kesiapan layanan publik, termasuk menyiapkan hotel bintang 2 dan 3 untuk dimanfaatkan sebagai ruang isolasi apabila diperlukan, sebagaimana yang dilakukan di Sulawesi Selatan dan Jawa Tengah.

“Kami juga ingin menyampaikan bahwa anggaran kluster kesehatan sudah terealisasi 31,6 persen dari total Rp87,5 triliun dana yang disiapkan. Jadi progresnya terus naik,” tukas Airlangga.

Komite PC-PEN mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dari yang paling dasar, yakni menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak, dan selalu rajin mencuci tangan.

“Ini akan terus kami kampanyekan. Dan satu hal lagi, yang juga penting diperhatikan agar pilkada serentak dijalankan juga sesuai protokol kesehatan. Kami berharap kepala daerah setempat dan juga calon kepala daerah bisa menjadi motor penggeraknya. Jangan sampai justru malah menjadi kluster penyebaran baru,” papar Airlangga.

Terakhir, Airlangga mengatakan, bahwa pemerintah akan mengerahkan personil kepolisian dan TNI untuk menjalankan operasi yustisi dalam sepekan kedepan, untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat khususnya di wilayah Jabodetabek.

Lihat juga...