Konsumsi Buah Segar, Alternatif Atasi Dehidrasi Kala Kemarau

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Musim kemarau yang melanda wilayah Lampung berimbas sebagian masyarakat rasakan suhu panas. Theresia, salah satu ibu rumah tangga di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan menyebut buah segar jadi alternatif selain konsumsi air putih. 

Suhu udara rata rata saat kemarau sebut Theresia di wilayah Lampung Selatan mencapai 32 derajat celcius. Padahal sebelumnya di bawah 27 derajat celcius. Untuk mengimbangi aktivitas fisik anak anak yang mudah berkeringat, ia menyiapkan galon air yang mudah dijangkau serta mengurangi aktivitas di luar ruangan.

“Stok buah harus selalu ada dalam lemari pendingin terutama saat musim kemarau karena anak anak dan keluarga memiliki aktivitas fisik seharian, selain dikonsumsi tanpa diolah pembuatan jus dan minuman buah membuat anak menyukainya,” terang Theresia saat ditemui Cendana News,Jumat (25/9/2020).

Stevani warga setempat juga menyebutkan, konsumsi buah segar menjadi alternatif baginya dibanding minum air kemasan yang memiliki perisa manis. Saat tubuh kekurangan cairan ia menyebut gampang alami gangguan kesehatan berupa sariawan, pusing dan mudah lemas. Ia memilih lemon dan buah melon untuk membuat infus water.

“Infus water berupa irisan buah segar yang dimasukkan dalam wadah minum kerap saya bawa dan disiapkan pada lemari pendingin,” cetusnya.

Konsumsi buah segar yang dikombinasikan dengan minuman lebih praktis. Membawa dalam tumbler saat bepergian jadi pilihan, termasuk menyiapkan minuman jus buah. Dibanding harus membeli minuman kemasan rasa buah, jus yang dibuat sendiri memiliki nilai gizi yang lebih baik.

Jumariah, pedagang buah menyebut tingkat konsumsi buah segar kala kemarau meningkat. Sejumlah buah segar yang dipanen kala kemarau sebutnya memiliki tingkat rasa manis atau brix yang lebih baik.

“Ibu rumah tangga yang belanja ke pasar kerap membeli semangka, jeruk,pir dan melon untuk membuat salad dan jus,” bebernya.

Harga buah segar yang terjangkau mulai Rp5.000 hingga Rp10.000 bilangnya relatif terjangkau. Manfaat besar buah segar untuk minimalisir dehidrasi kala kemarau membantu tubuh.

Mencegah dehidrasi kala kemarau dengan konsumsi buah segar sangat dianjurkan. Samsu Rizal, kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang menyebut dalam kondisi normal tubuh butuh asupan delapan gelas air perhari. Dehidrasi kala kemarau akibat mudah berkeringat membuat kebutuhan air bisa bertambah. Selain air putih buah segar, minuman air kelapa dengan takaran cukup sangat dianjurkan.

“Tubuh harus mengonsumsi makanan dan minuman cukup untuk memenuhi kebutuhan cairan sehingga air dari buah bisa jadi alternatif,” tegasnya.

Pentingnya buah segar sebagai makanan sangat diperlukan kala kemarau. Sebab tubuh akan kehilangan cairan dan keringat, air kencing serta uap air kala bernapas. Keberadaan buah lokal yang dihasilkan petani seperti jambu air, pepaya, jeruk, melon bisa dikonsumsi saat kemarau. Minuman dan buah tepat bisa jadi pilihan mencegah dehidrasi di musim kemarau.

Lihat juga...