Kopi Tanah Pasundan tak Kalah Nikmat dengan Kopi Lain

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Citarasa Kopi Jawa Barat, tidak kalah saing dengan kopi daerah lain di Indonesia. Saat ini, Kopi Jawa Barat bahkan mulai menggeliat, sebagaimana tampak di sejumlah kafe yang mengusung konsep Kopi khas tanah Pasundan.

“Saya coba mengangkat tema Kopi Khas Jawa Barat yang dulu pernah populer. Sebenarnya dari rasa tidak kalah dengan daerah lain, karena belum dibumikan saja,” ungkap Fahmi dari perkumpulan Barista Jabar, Sabtu (19/9/2020).

Fahmi, Barista asal Bandung, mencoba mengkreasikan beberapa jenis kopi hasil perkebunan di bumi Pasundan, di Kota Bekasi dengan membuka sebuah kafe di kawasan Jalan Boulevar Hijau, Medansatria.

Fahmi (kanan), Barista asal Bandung, Sabtu (19/9/2020). –Foto: M Amin

Diakuinya, bahwa tren kopi di Indonesia memiliki tempat tersendiri. Setiap daerah memiliki kondisi geografis berbeda, sehingga memberi rasa kopi yang berbeda-beda.

Seperti di Jawa Barat, ada 7 tempat kopi yang dikenal sebagai Java Preanger. Artinya, budaya kopi di Jabar sudah ada sejak berabad-abad silam, hingga di Bandung pernah ada gudang kopi tersendiri.

“Kami mencoba memperkenalkan lagi kopi khas tanah Pasundan agar kembali populer. Tentunya dengan berbagai kreasi agar terkesan kekinian,” ungkap Fahmi.

Caranya dengan menyajikan menu kopi laki, yakni kopi susu dipadu kopi Jabar hingga memiliki citarasa strong. Dan, untuk perempuan ada jenis kopi khusus, silky, dengan rasa lebih lembut.

Dalam menjaga konsistensi rasa kopi, Fahmi mengaku mengolah sendiri biji kopi yang dipesan langsung dari salah satu mitra perkebunan kopi di wilayah Bandung. Mengolah biji kopi memiliki keistimewaan tersendiri, karena keistimewaan kopi sangat tergantung proses pengolahan.

Cara itu tentu menjadi modal utama mengangkat tema kopi Khas Jawa Barat, agar bisa dikenal jika diolah dengan keahlian. Karena untuk dominan kopi Jawa Barat lebih dikenal dengan kopi jenis Arabika.

Menurutnya, di samping mengenalkan kopi Jawa Barat, juga menyediakan kopi dari daerah lain. Sifatnya edukasi, bagi penikmat kopi agar bisa menjadi pembanding.

“Kami mencoba mengedukasi melalui konsep tematik dalam penyajian kopi setiap beberapa hari. Tematik seperti akhir pekan kopi khas Jawa Barat, kemudian ganti kopi Mandailing dan  Ghayo, Lampung khas Sumatra,” ujarnya.

Selain kopi, ia juga menyediakan menu SOP Buntung dan Iga, khas Jawa Barat yang kaya akan rempah. Jadi, selain ngopi, nongkrong juga bisa makan berat.

Lihat juga...