Kota Bekasi Perpanjang ATHB hingga 2 Oktober

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, memperpanjang masa Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB) Masyarakat Produktif Aman Corona Virus Disease (Covid-19) berlaku mulai tanggal 3 September hingga 2 Oktober 2020 di Kota Bekasi.

“Perpanjangan ATHB wilayah Kota Bekasi sampai 2 Oktober biar memiliki waktu panjang,” ujar Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Kamis (3/8/2020).

Masa perpanjangan ATHB di Kota Bekasi ini salah satu poin dalam Keputusan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Nomor Surat 300/Kep.461-BPBD/IX/2020 Tentang Perpanjangan Kedua Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB) Masyarakat Produktif Aman Covid-19 di Kota Bekasi.

Adapun pertimbangan dalam keputusan ini, bahwa untuk percepatan penanganan Covid-19 yang mendukung keberlangsungan perekonomian masyarakat akan dilaksanakan Adaptasi Tatanan Hidup Baru di Kota Bekasi yang mensinergikan aspek kesehatan, sosial dan ekonomi yang aman.

Lebih lanjut pada Keputusan Wali Kota, apabila dalam pelaksanaan perpanjangan ATHB pada 3 September hingga 2 Oktober 2020, pada Kecamatan dan/atau Kelurahan ditemukan kasus positif Covid-19 maka diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro.

Kemudian, meningkatkan koordinasi dengan unsur Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia serta meningkatkan peran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 secara konsisten dalam melakukan pengamanan dan penanganan secara menyeluruh.

Pelaksanaan perpanjangan ATHB Masyarakat Produktif Aman Covid-19 di bidang kesehatan, bidang pendidikan, bidang agama, bidang tempat kerja, tempat/fasilitas umum dan sosial budaya sebagaimana masa perpanjangan ATHB kali ini harus memberlakukan Protokol Kesehatan.

Segala biaya yang timbul pada pelaksanaan perpanjangan ATHB Masyarakat Produktif Aman Covid-19 di Kota Bekasi dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Bekasi dan/atau sumber dana lain yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bekasi, hingga kemarin, ada 24 RW di 17 Kelurahan masih berada di zona merah corona. Data tersebut sewaktu-waktu bisa berubah, dan saat ini Kota Bekasi masih berstatus zona merah.

“Perpanjangan ATHB wilayah Kota Bekasi sampai 2 Oktober sehingga tidak terlalu sering mengeluarkan surat keputusan (SK),” tegas Rahmat Effendi.

Sebelumnya, ia mengakui tidak kaget atas kondisi wilayahnya terkait kembali menyandang status zona merah. Hal tersebut karena wilayah Kota Bekasi bersebelahan langsung dengan DKI Jakarta.

Menurutnya, sebagai wilayah tranmisi atau lintasan zona merah ataupun kuning hanya batasan waktu. Namun demikian dia menegaskan tetap berusahan agar status zona merah yang terjadi tidak berkepanjangan.

“Pemkot Bekasi terus berupaya dengan menyediakan alat rapid tes, swab PCR maupun persiapan lainnya,” jelas dia.

Diketahui meski status Zona merah, sejumlah tempat hiburan malam di Kota Bekasi masih buka sebagaimana biasanya. Bahkan melalui keterangan resmi Humas Kota Bekasi, usulan pembatasan THM masih dalam pertimbangan.

Lihat juga...