KPU Jateng: Pilih Paslon atau Kolom Kosong, Sah

Editor: Koko Triarko

Ketua KPU Jateng, Yulianto Sudrajat di Semarang, Minggu (20/9/2020). -Foto: Arixc Ardana

SEMARANG – Sebanyak enam daerah dari 21 kabupaten/kota di Jawa Tengah, pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah 2020, hanya diikuti calon tunggal. Artinya, paslon kepala daerah di wilayah tersebut akan bertarung melawan kolom atau kotak kosong.

Meski demikian, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, berharap masyarakat tetap menggunakan hak pilih, dengan datang dan mengikuti tahapan pencoblosan pada 9 Desember 2020 mendatang.

“Ada enam daerah yang menggelar Pilkada 2020, dengan satu paslon sehingga bertarung melawan kolom kosong, yaitu Kota Semarang, Kabupaten Grobogan, Kebumen, Boyolali, Sragen, dan Wonosobo,” papar Ketua KPU Jateng, Yulianto Sudrajat di Semarang, Minggu (20/9/2020).

Meski hanya diikuti satu paslon dengan melawan kotak kosong, pihaknya mendorong agar masyarakat tetap ikut serta mensukseskan gelaran pilkada di wilayah tersebut. Caranya dengan tetap datang ke TPS, menggunakan hak pilih, dengan memberikan suara yang dimiliki kepada kolom kosong atau paslon.

“Bisa pilih paslon, bisa pilih kolom kosong. Sama-sama sah. Semua aspirasi sah untuk disalurkan. Bukan berarti, karena calon tunggal kemudian masyarakat pesimis dan tidak datang ke TPS. Tetap kita dorong untuk datang, dan menggunakan hak mereka,” tandasnya.

Anggota KPU Jateng, Muslim Aisha, menambahkan di Jateng sudah pernah dilaksanakan Pilkada dengan melawan kotak kosong, pada saat pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pati, pada 2017. Saat itu, paslon tunggal yang bertarung melawan kolom kosong berhasil memenangi pemilihan tersebut.

“Kasus serupa juga hampir terjadi di Pilkada Bupati-Wakil Bupati Karanganyar, karena sampai batas akhir pendaftaran hanya ada satu calon. Namun saat dilakukan perpanjangan pendaftaran, ternyata ada paslon lain yang ikut maju, sehingga tidak jadi melawan kotak kosong,” terangnya.

Melihat kasus tersebut, pihaknya memastikan KPU Jateng, termasuk jajaran KPU di enam kabupaten/kota, yang akan menggelar pilkada dengan calon tunggal, sudah siap.

“Tahapan-tahapan sudah berjalan dengan baik, termasuk perpajangan pendaftaran bapaslon, hingga tahap pemeriksaan kesehatan. Untuk selanjutnya tahapan penetapan paslon,” tandasnya.

Sedangkan, untuk data pemilih, berdasarkan Daftar Pemilih Sementara (DPS), ada 15.559.287 pemilih yang memiliki hak suara, dalam pelaksanaan pilkada di 21 kabupaten/ kota di Jateng.

“Sementara, untuk TPS, ada 44.071 titik, yang tersebar di 5.216 desa atau kelurahan di Jateng,” tambahnya.

Pihaknya menekankan untuk pelaksanaan tahapan tersebut berpatokan pada tiga aturan sekaligus. Mulai PKPU Nomor 19 Tahun 2019, Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2020, Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2020, dan SE KPU Nomor 684 dan SE KPU Nomor 704 Tahun 2020.

“Kini kita tengah menunggu tanggapan masyarakat atau stakeholders lainnya terhadap hasil DPS tersebut. Jika ditemukan data yang belum sesuai bisa disampaikan, untuk dilakukan perbaikan. Termasuk bagi pemilih yang belum terdaftar, bisa disampaikan kepada petugas KPU setempat. Proses public hearing ini berlangsung hingga 28 September 2020,” pungkasnya.

Lihat juga...