KPU Semarang Perpanjang Pendaftaran Pilwakot

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Hari ini, Kamis (10/9/2020), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang secara resmi membuka perpanjangan pendaftaran bakal pasangan calon (bapaslon), dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) 2020.

“Sesuai Peraturan KPU (PKPU) Nomor 3/2017 tentang pencalonan kepala daerah, apabila hingga proses pendaftaran berakhir, hanya satu bapaslon yang mendaftar. Maka dilakukan perpanjangan proses pendaftaran. Hal tersebut kita sudah mulai, dari hari ini (Kamis-red), hingga Sabtu (12/8/2020) mendatang,” papar Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom di Semarang, Kamis (10/9/2020).

Dipaparkan, bapaslon yang akan mendaftar pada masa perpanjangan ini, juga harus memenuhi dua persyaratan, yakni syarat calon dan syarat pencalonan. “Syarat calon lebih bersifat administratif, sedangkan syarat pencalonan harus ada form B KWK parpol dan B1 KWK,” jelasnya lagi.

Perpanjangan pendaftaran akan ditutup pada pukul 24.00 pada Sabtu (12/9/2020). Selanjutnya segera dilakukan pemeriksaan kesehatan bapaslon. “Seiring dengan adanya perpanjangan pendaftaran, waktu pelaksanaan tahapan selanjutnya juga ikut mundur. Untuk itu, tahapan-tahapn setelah pendaftaran, kita segerakan,” tandasnya.

Sementara, terkait daftar pemilih sementara (DPS), pihaknya sudah menetapkan sebanyak 1.180.211 jiwa. Warga Kota Semarang yang memiliki hak pilih pada Pilwakot 2020 tersebut, tersebar di 117 kelurahan dan 16 kecamatan, serta 3.447 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Salinan DPS juga telah kita serahkan kepada instansi terkait seperti KPU Provinsi, Bawaslu Kota Semarang, Disdukcapil Kota Semarang, dan para partai politik. Selanjutnya, kita lakukan masukan dari masyarakat, melalui public hearing pada 19-28 September 2020,” jelas Henry.

Dipaparkan, data dalam DPS tersebut bersifat sementara, sehingga memungkinan bisa berubah, selama proses dengan pendapat dari masyarakat. Jika tahapan tersebut selesai, baru kemudian ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT).

“Perubahan masih bisa terjadi, bisa kurang atau bertambah. Berbagai masukan akan kita klarifikasi, jika sesuai persyaratan tentu kita lakukan perbaikan, semisal warga meninggal, pindah domisili, perubahan status atau pensiun dari TNI maupun Polri, atau pemilih pemula yang pada 9 Desember mendatang telah berusia 17 tahun,” paparnya lebih lanjut.

Terpisah, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang, Muhammad Amin menjelaskan, pengawasan juga tetap dilakukan pada masa perpanjangan pendaftaran bapaslon.

“Pengawasan tetap kita lakukan, termasuk dalam penerapan protokol kesehatan, selama masa perpanjangan pendaftaran bapaslon di Pilwakot Semarang,” terangnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan pengawasan dalam hasil DPS, yang sudah disampaikan KPU Kota Semarang.

“Berdasarkan hasil pengawasan berita acara Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) tingkat kelurahan dan kecamatan, jumlah pemilih di Kota Semarang 1.180.198 pemilih. Sementara Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) oleh jajaran KPU Kota Semarang berjumlah 1.180.211 pemilih,” jelas Amin.

Menyikapi adanya perbedaan data tersebut, pihaknya memberikan saran kepada KPU Kota Semarang agar dilakukan perbaikan berita acara.

“Berdasarkan PKPU 19 Tahun 2019, Data A-KWK merupakan hasil sinkronisasi Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) dan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu terakhir, sehingga pemilih yang sudah Tidak Memenuhi Syarat (TMS) pada pemilu sebelumnya seharusnya sudah tidak ada lagi. Tetapi berdasarkan hasil pengawasan masih ditemukan pemilih TMS ini tercantum di A-KWK,” tegasnya.

Pihaknya pun mendorong agar masyarakat, parpol dan stakeholder terkait, juga berperan aktif dalam proses pencermatan DPS pada Pilwakot Tahun 2020.

Lihat juga...