Kreativitas Media Tanam dengan Pot dari Limbah Pakaian

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Penghijauan skala kecil di pekarangan rumah bisa dilakukan dengan memanfaatkan media tanam sederhana. Kreativitas pemanfaatan media tanam dilakukan Sumardi, warga Desa Sukabaru, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel).

Ia membuat pot dari limbah pakaian. Pot tersebut bisa berfungsi untuk sejumlah tanaman bunga, sayuran, bumbu dan buah.

Pot sebagai media tanam menurut Sumardi dilakukan untuk menanam pada pekarangan terbatas. Ia memanfaatkan baju, celana, sarung yang tidak terpakai. Proses pemanfaatan pakaian bekas menjadi pot menjadi cara baginya mengurangi sampah. Limbah pakaian menurutnya sulit terurai sehingga solusi dibuat menjadi pot. Berfungsi sebagai estetika halaman, tanaman yang dikembangkan menghijaukan halaman.

Bahan pakaian yang sudah tidak terpakai selanjutnya dicampurkan dalam adonan semen, pasir. Kerangka dari kawat akan disertakan untuk menambah kekuatan. Penggunaan limbah pakaian untuk membuat pot menciptakan bentuk pot yang memiliki bentuk unik. Usai dibentuk pot yang dicat media tanam unik dan sederhana tersebut bisa digunakan.

“Saya membuat pot dari limbah pakaian untuk digunakan istri menanam bunga,sayuran dan bumbu namun sekaligus untuk menyalurkan hobi memelihara bunga dan memanfaatkan pekarangan,” terang Sumardi saat ditemui Cendana News, Rabu (2/9/2020).

Sumardi, pembuat pot terbuat dari bahan bekas berupa baju, sarung dikombinasikan dengan semen,pasir dan kawat di Desa Sukabaru, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, Rabu (2/9/2020). -Foto Henk Widi

Kreativitas membuat media tanam menurutnya untuk memanfaatkan bahab bekas. Pot yang digunakan untuk media tanam bunga dominan memakai plastik dan semen. Seiring tren menanam yang meningkat pembuatan pot melahirkan kreativitas para pembuatnya. Meski demikian berbagai jenis pot bertujuan untuk membuat tanaman bisa tumbuh seperti di habitat aslinya.

Maynah, sang istri menyebut menggunakan pot dari limbah pakaian untuk menanam bunga. Tanaman bunga,sayuran dan bumbu memakai media tanam pot sudah dilakukan belasan tahun silam. Namun sebelumnya ia hanya memanfaatkan bahan bekas ember cat, kemasan bekas minyak goreng,kemasan semen dan karung. Sebagian memakai media pot plastik yang dibuat pabrik.

“Variasi pot sebagai media tanam saat ini semakin banyak,suami berkreasi membuat pot dari bahan bekas pakaian,” terang Maynah.

Menggunakan pot yang dibuat dari bahan bekas ikut mendukung hobinya menanam. Pemanfaatan pot untuk berbagai jenis tanaman bunga,buah dan bumbu akan berfungsi untuk menghijaukan pekarangan. Tanaman pada media tanam pot diakuinya bisa memberikan sumber oksigen selama musim kemarau. Penggunaan pot untuk tanaman memudahkan proses perawatan.

Pecinta tanaman bernama I Made Sumarno menyebut pot semen untuk menanam bonsai. Sekretaris Desa Sumbernadi, Kecamatan Ketapang itu menyebut media tanam dengan pot semen ikut mendukung pelestarian sejumlah tanaman langka. Bonsai tanaman sentigi (Pemphis acidula) yang nyaris punah di pesisir tetap bisa dilestarikan dengan media pot.

“Pembuatan tambak udang dan abrasi pantai menjadi penyebab kerusakan sentigi sehingga media pot jadi cara menjaganya,” tegas Sumarno.

Pot terbuat dari semen, besi yang digunakan untuk sentigi sebagian menjadi sumber pembibitan. Sentigi yang hampir punah akan disemai dari biji memakai gelas bekas minuman. Gelas plastik bekas digunakan Sumarno untuk pembesaran bibit. Bibit tersebut akan dikembangkan sebagai pengganti tanaman sentigi yang ditanam pada pesisir pantai Ketapang.

Penanaman sentigi dan bonsai pada lahan pekarangan menurut Sumarno menghadirkan kesegaran di pekarangan. Saat musim kemarau meski di wilayah tersebut ia masih bisa mendapat udara segar di pekarangan miliknya. Penanaman bonsai dan bunga di pekarangan warga desa memakai media tanam pot sekaligus menambah keindahan pekarangan.

Wayan Bude, pembuat pot dari semen di Desa Sumbernadi mengaku tren menanam memakai pot meningkat. Pesanan pot dari semen cukup banyak dengan harga mulai Rp200ribu hingga jutaan sesuai ukuran. Penggunaan pot untuk menanam bunga melahirkan kreativitas. Sebab pot yang dibuat bisa menjadi penghias pekarangan dan mudah dipindah.

“Penggunaan pot menjadi solusi penghobi tanaman sehingga tidak butuh lahan luas dan menghadirkan penghijauan di pekarangan,” bebernya.

Kreativitas pembuatan pot diakui Wayan Bude menyesuaikan kebutuhan. Bagi warga yang memiliki lahan terbatas bisa memanfaatkan pot ukuran kecil. Sebagian warga yang memesan pot buatannya dominan memakai untuk penanaman bonsai. Namun sebagian pemesan pot memakainya untuk menanam pohon buah untuk sumber penghijauan.

Lihat juga...