Kucuran Pinjaman ‘Modal Kita’ di Padang Topang Usaha Warga

Editor: Makmun Hidayat

PADANG — Meski di tengah pandemi Cofid-19, masyarakat yang mendapat pinjaman modal usaha dari Modal Kita di Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatera Barat, mampu menjalankan usahanya cukup baik.

Salah seorang penikmat pinjaman lunak, Latifah, mengatakan, saat ini usaha warung kelontongan berjalan cukup bagus meski ada terjadi penurunan penghasilan. Kondisi itu dinilainya masih aman mengingat banyak usaha lainnya yang harus gulung tikar.

“Untuk kondisi seperti ini, usaha saya masih tergolong bagus. Penurunan penjualan paling sekitar 15 persen, karena banyak masyarakat yang memilih untuk di rumah,” kata dia, ketika dihubungi, Rabu (2/9/2020).

Ia menyebutkan adanya kondisi yang cukup membahagiakan itu, berkat adanya topangan dana pinjaman modal usaha dari Modal Kita yang selama ini masih bisa diputarkan untuk membeli sejumlah keperluan isi warungnya.

Latifah memperkirakan jika harapkan dari hasil penjualan untuk menghidupkan usahanya itu, ada kemungkinan usaha warung kelontong turut gulung tikar, seperti usaha pada umum lainnya. “Dengan usaha masih jalan, saya pun masih bisa membayarkan kredit per pekannya,” ujar dia.

Manager Umum Modal Kita KSU Derami Padang, Margono Okta. -Foto: M Noli Hendra

Sementara itu, Manager Umum Modal Kita KSU Derami Padang, Margono Okta, mengatakan, hingga saat ini dari pantauan di lapangan serta dari laporan pembayaran kredit yang masuk per pekannya itu, melihatkan bahwa kondisi usaha masyarakat yang menjadi anggota Modal Kita terbilang masih aman.

Ia menilai, bila terjadi pembayaran kredit macet, itu artinya kondisi ekonomi usaha masyarakat sedang tidak baik-baik saja. Penilaian itu turut diperkuat dengan adanya ungkapan langsung dari sejumlah masyarakat kepada Asisten Kredit (AK) saat melakukan pembayaran kredit nya.

“AK akan selalu menanyakan beberapa hal kepada masyarakat yang datang membayar kreditnya. Di sana ada pengakuan terkait kondisi usaha mereka. Dan sejauh ini laporannya masih aman,” jelasnya.

Meno menyampaikan bahwa pengaruh Covid-19 ini akan terasa bagi usaha yang tumbuh di kawasan kampus, sekolah, dan juga sejumlah perkantoran. Sebab, pelanggan mereka tidak lagi ke kampus, ke sekolah, dan yang tidak lagi ke kantor.

Akibat dari semua itu, penjualan usaha seperti itu mengalami situasi terburuk dan bahkan ada yang memilih untuk tutup meskipun sifatnya sementara waktu. Kondisi itu, telah dibuktikan oleh dua Kelompok Modal Kita atau Posdaya yang ada di Padang.

“Ada dua kelompok yang seperti itu, pertama usaha masyarakat nya ada di kawasan kampus UPI Padang dan kedua di kawasan kampus UNP. Mereka terbilang kolap,” ungkap Meno.

Menurutnya bila ada usaha masyarakat yang benar-benar harus gulung tikar akibat tidak ada lagi penjualan seperti dua lokasi tersebut, maka di KSU Derami Padang sifatnya hanya memahami bukan memberi kompensasi apa pun.

“Kita tidak bisa ambil langkah tegas bila ada kredit macet di tempat seperti itu. Dan yang kita lakukan adalah memberikan semangat dan masukan, supaya ada cara dan usahanya tetap jalan,” sebut nya.

Untuk itu, KSU Derami Padang berharap bagi masyarakat yang rasanya mengalami hal-hal yang terjadi dua lokasi kawasan kampus itu, agar segera memberikan penjelasan kepada AK, sehingga bisa mengetahui kondisi perekonomi usaha yang dijalani.

Lihat juga...