Kue Candil Khas Indramayu Melegenda di Bekasi

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Tarsem (54) dengan membawa dua keranjang sekaligus  mengelilingi gang kecil memasuki perkampungan di wilayah Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat. 

Ia berjalan memasuki gang-gang sempit di permukiman padat penduduk sambil menawarkan aneka kue yang diakuinya kue candil khas Indramayu. Tarsem, menawarkan kue yang dibawanya di keranjang kepada setiap orang yang ditemuinya.

Kue yang dijajakan Tarsem, memiliki bahan dasar dasar singkong, yang dinamakan candil. Tapi tidak seperti bubur candil pada umumnya, candil yang dijual Tarsem, dicampur dengan jajanan lainnya seperti tape ketan hitam, klepon, gethuk, tiwul yang ditaburi gula putih.

“Saya jualan aneka kue candil ini, sudah puluhan tahun, sejak harga dari Rp2000. Sekarang harganya Rp5000,” ujar Tarsem, asal Indramayu ini, kepada Cendana News, ditemui di Gang Indra, Bojong Menteng Rawalumbu, Sabtu (26/9/2020).

Ibu Tarsem, jualan kue candil keliling, Sabtu (26/9/2020). -Foto: M. Amin

Dia mengaku lupa sudah puluhan tahun berjualan aneka kue khas Indramayu tersebut. Namun pastinya, sudah puluhan tahun berjualan itu dilakoninya berkeliling kampung menjajakan kue candil yang unik.

Tarsem menyebut kuenya jajanan kampung, di Indramayu cukup mudah ditemukan, orang berkeliling menjajakan kue candil. Tapi lebih dikenal di sana bubur candil.

“Saya membuat sendiri, dengan membeli bahan baku di pasar seperti singkong, beras ketan dan lainnya. Modalnya sekitar Rp180 ribu, dan kalo habis lumayan bisa ngantong uang Rp300 ribu lebih,” ujar Tarsem.

Pantang pulang sebelum habis, begitulah ungkapan Tarsem. Dia mengaku berjualan keliling berjalan kaki, sejak pukul 08.00 WIB, dan tidak pulang sebelum jualannya habis. Terkadang menjelang tengah hari sudah habis.

Ia biasa berkeliling, mengitari jalur perkampung di kesepatan, menyeberang keliling di gang Indra, samping Pasar Segar Bojongmenteng Rawalumbu. Wilayah yang dikelilingi Tarsem merupakan kawasan perkampungan padat penduduk.

Bu Tarsem, berjualan kue khas Indramayu dengan membawa dua keranjang satu digendong di punggung satu lagi ditenteng. Keranjang tersebut berisi berbeda aneka bumbu seperti sari kelapa, gula putih, dan pemanis dari gula sebagai campuran aneka candil.

Ali Usman, pelanggan kue candil, Bu Tarsem, menyebut kue candil mirip dengan cenil. Ia selalu membeli kudapan tersebut, karena rasanya legit dan mengenyangkan. Tak jarang Ali Usman, asal Lampung tersebut mengaku menikmatinya dengan secangkir kopi.

“Ibu Tarsem ini, sudah lama jualan keliling, kue candil. Setiap hari melintas. Kalo saya pas ada pasti beli, sekarang banyak jualan tapi menggunakan sepeda, motor ataupun gerobak, Ibu Tarsem tetap berjalan kaki menyusuri gang perkampungan,” ujarnya.

Lihat juga...