Lahan Bekas Garasi PT Timah di Bangka Barat Dijadikan Pusat Kuliner

PANGKALPINANG – PT Timah Tbk membangun pusat kuliner khas daerah seluas 4,2 hektare di Desa Sekar Biru, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebagai komitmen perusahaan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat daerah itu.

“Kita berharap keberadaan sentra kuliner dapat membangkitkan gairah dan semangat pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya di tengah pendemi Covid-19 ini,” kata Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan di Pangkalpinang, Sabtu (19/9/2020).

Ia mengatakan, pembangunan pusat kuliner di lahan bekas garasi di Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat ini, sebagai langkah PT Timah Tbk dalam melakukan renovasi aset yang belum termanfaatkan dengan baik, untuk pemberdayaan perekonomian masyarakat.

“Untuk pengelolaan pusat kuliner seluas 4,2 hektare ini, kami menggandeng Bumdes Cikar Mendayu Desa Sekar Biru, sehingga keberadaan sentra makanan khas ini tidak hanya berdampak baik terhadap ekonomi masyarakat, tetapi juga pendapatan asli daerah,” ujarnya.

Ia berharap, keberadaan pusat kuliner ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid – 19. Apalagi, lokasi ini berada di pusat kota Parittiga, dengan akses yang mudah dan strategis.

“Alamdulillah sinergitas ini dapat memberdayakan kegiatan UMKM di wilayah tersebut, menumbuhkan geliat ekonomi disekitar operasi perusahan dalam masa pandemi Covid-19,” ujarnya.

Kades Sekar Biru, Edwin, menyebutkan kerja sama pembangunan pusat kuliner ini sudah direncanakan sejak lama, namun baru bisa terealisasikan tahun ini.

“Kami sangat berterima kasih atas inisiasi PT Timah, yang peduli dan banyak membantu dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Menurut dia, selama ini lahan kosong eks garasi itu tidak dimanfaatkan, dengan luas yang cukup besar sekitar 4,2 hektare. Ketika akan dibangun pusat kuliner dan kerja sama dengan Bumdes, pihaknya sangat menyambut baik, dan akan bersama-sama nantinya menjadikan wilayah itu sebagai pusat wisata kuliner.

“Kami berharap dengan adanya sentra kuliner ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, apalagi Desa Sekar Biru memang mengandalkan sektor perdagangan dan jasa dalam peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya. (Ant)

Lihat juga...