Lamsel Kembali Perketat Penerapan Prokes Antisipasi PSBB DKI

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Rencana Provinsi DKI Jakarta menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), diantisipasi oleh Pemkab Lampung Selatan dengan memperketat lagi penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Posko-posko pemantauan juga akan segera diaktifkan kembali. 

Bupati Lamsel, Nanang Ermanto, juga meminta gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 melakukan antisipasi pelaku perjalanan asal Jakarta via pelabuhan Bakauheni.

Ia menjelaskan, koordinasi telah dilakukan dengan unsur Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, ASDP, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Pelayanan di pelabuhan Bakauheni yang sempat longgar tanpa adanya pemeriksaan, kembali diperketat. Sebelumnya, pengetatan pelaku perjalanan dilakukan sejak Juni dan diperlonggar mulai Agustus 2020.

Selain antisipasi di pintu masuk dan keluar pelabuhan Bakauheni, sejumlah posko gugus tugas Covid-19 juga kembali diaktifkan. Orang nomor satu di Lamsel ini menyebut, setiap kecamatan hingga desa wajib bersinergi mengantisipasi lonjakan Covid-19. Sebab, potensi penularan dari pelaku perjalanan luar daerah, khususnya zona merah bisa masuk ke wilayah Lamsel.

Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, saat melakukan sosialisasi pentingnya meningkatkan protokol kesehatan antisipasi pelaksanaan PSBB Jakarta, Sabtu (12/9/2020). -Foto: Henk Widi

Imported case penyebab Covid-19 yang ada di Lampung, Lamsel khususnya dominan pelaku perjalanan, antisipasinya dengan kembali memperketat warga yang baru dari luar daerah, agar melakukan karantina mandiri, menjaga protokol kesehatan,” tegas Nanang Ermanto, Sabtu (12/9/2020).

Antisipasi Pemkab Lamsel dalam pencegahan Covid-19 dari luar daerah, dengan pendisiplinan protokol kesehatan. Melalui peraturan bupati (Perbub) Nomor 35 Tahun 2020 Tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaam Baru, telah diatur standar operasional prosedur dalam pemberian sanksi penerapan prokes.

Sanksi bagi pelanggar prokes telah dilakukan dengan teguran, sanksi administrasi, penghentian, pembubaran kegiatan dan pencabutan izin usaha melanggar prokes. Sosialisasi persuasif kembali digencarkan seiring peningkatan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia.

Kabupaten Lamsel yang menjadi pintu gerbang akses darat melalui Jalan Tol Sumatra, Bandara Raden Intan II dan pelabuhan Bakauheni, kembali diperketat.

“Kedisplinan masyarakat sangat diperlukan agar angka pencegahan bisa lebih efektif,”cetusnya.

Mengacu pada Perbub Nomor 35 Tahun 2020, setiap masyarakat yang melakukan aktivitas di ruang publik wajib menerapkan pemakaian masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Cara tersebut digencarkan hingga ke level desa yang telah memiliki posko gugus tugas Covid-19.

Suwoyo, koordinator kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Panjang, Wilker Bakauheni, menyebut prokes tetap dijalankan. Pelaku perjalanan atau penumpang kapal sudah tidak diwajibkan membawa rapid test dan surat kesehatan. Sebagai gantinya, pelaku perjalanan wajib mengunduh aplikasi kartu kewaspadaan kesehatan.

“Pelaku perjalanan yang akan keluar Lamsel dan masuk Lamsel wajib memiliki kartu kewaspadaan kesehatan untuk mengetahui riwayat perjalanan,” cetusnya.

Kartu kewaspadaan kesehatan domestik tersebut akan dicek saat pelaku perjalanan masuk pelabuhan. Rencana penerapan PSBB DKI Jakarta mulai 14 September, akan diantisipasi bagi pelaku perjalanan dari dan ke Jakarta. Selain itu, bagi pelaku perjalanan yang akan menuju dan dari zona merah penyebaran Covid-19, wajib memiliki e-HAC atau electronic health alert card.

Humas PT ASDP Indonesia Ferry cabang utama Bakauheni, Saifulail Maslul, juga menyebut prokes terus dilakukan. Pelayanan pelabuhan berjalan normal, meski PSBB DKI Jakarta akan dilakukan. Fasilitas peningkatan prokes di pelabuhan telah disiapkan dengan adanya tempat cuci tangan, wajib memakai masker, hand sanitizer dan jaga jarak.

Informasi resmi terkait pelayanan di pelabuhan, menurutnya bisa diakses melalui media sosial Instagram. Melalui akun @asdp191 diinformasikan lintasan Bakauheni-Merak tetap berjalan normal, namun tetap mematuhi protokol kesehatan. Penggunaan masker, cuci tangan dan jaga jarak telah diterapkan sejak Covid-19 melanda. Penggunaan tiket online juga menjadi cara menjaga jarak dan kontak fisik saat akan menyeberang dengan kapal.

Lihat juga...