LPEI-Pemkab Klungkung Kolaborasi Kembangkan Desa Devisa

Editor: Makmun Hidayat

BALI — Guna mengembangkan komunitas usaha yang dapat terlibat dalam rantai pasokan ekspor global, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menginisiasi lahirnya Desa Devisa. Dimulai dari Kabupaten Klungkung, Bali.

“Kami bersama Pemerintah Kabupaten Klungkung sepakat berkolaborasi mengembangkan program ini. Tentu kami berharap program ini nantinya secara nyata mampu berkontribusi terhadap devisa indonesia dan dapat diimplementasikan di seluruh daerah di Indonesia,” terang Direktur Eksekutif LPEI, Daniel James Rompas usai menandatangani nota kesepahaman dengan Pemkab Klungkung, Kamis (3/9/2020) di Klungkung, Bali, yang disiarkan pula secara virtual.

Menurut Daniel, saat ini Industri Kecil Menengah (IKM), Koperasi dan UMKM di Indonesia masih memerlukan pengembangan kapasitas kelembagaan maupun produktivitas usaha, termasuk di wilayah Kabupaten Klungkung. Mereka juga, kata Daniel, kerap mengalami kendala seperti terbatasnya akses informasi, teknologi, pasar serta permodalan.

“Atas dasar itulah, LPEI sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI berupaya mengambil langkah-langkah melalui program pendampingan khusus kepada IKM, Koperasi dan UMKM yang berorientasi ekspor, agar dapat memberikan kontribusi pada peningkatan produktivitas untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi,” tandas Daniel.

Selain itu, dengan adanya program Desa Devisa, LPEI juga secara intensif memberikan pelatihan kepada pengusaha IKM, dan UKM di Klungkung, yang sebagian besar memproduksi barang-barang kerajinan kearifan lokal. Serta secara khusus mendukung salah satu koperasi yang memproduksi garam non-yodium yang juga memiliki kualitas ekspor sangat baik.